Menteri Perdagangan Budi Santoso mengonfirmasi bahwa harga beberapa komoditas pangan, seperti Minyakita dan telur, masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang bulan Ramadan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan bahwa harga Minyakita mencapai Rp 16.020 per liter, lebih tinggi dari HET yang ditetapkan sebesar Rp 15.700.
Tingginya Harga Minyakita
Menteri Perdagangan Budi Santoso menginformasikan bahwa harga Minyakita saat ini tercatat di level Rp 16.020 per liter, melebihi HET yang ditetapkan pada Rp 15.700.
'Ada memang yang di atas HET, misalnya Minyakita. Nah, Minyakita hari ini harganya Rp 16.020, HET-nya kan Rp 15.700,' ungkapnya dalam konferensi pers di Kemendag, Jakarta Pusat.
Budi menjelaskan bahwa proses distribusi dari produsen ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi salah satu kendala dalam penurunan harga. Dia menambahkan, 'Secepatnya ya,' terkait harapannya agar harga Minyakita normal kembali.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Kondisi Harga Telur Ayam
Harga telur ayam juga menjadi sorotan, saat ini berada di level Rp 30.750 per kilogram, jauh di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp 30.000.
Meskipun demikian, Budi mencatat bahwa harga komoditas pangan lainnya masih dalam kondisi stabil dan di bawah harga acuan.
Sebagai contoh, harga daging sapi rata-rata nasional tercatat Rp 133.618 per kilogram, yang lebih rendah dari HET yaitu Rp 140.000 per kilogram.
Transparansi Data Harga
Pemerintah menekankan pentingnya transparansi data harga melalui Kementerian Perdagangan. Budi menjelaskan bahwa data harga dapat diakses publik melalui sistem SP2KP.
'Yang lain-lain bagus. Misalnya daging sapi, ini rata-rata nasional Rp 133.618. Harga acuannya atau harga eceran tertingginya itu Rp 140.000. Ya, berarti masih di bawah harga acuan,' tutupnya.
Transparansi ini bertujuan agar masyarakat dan media dapat memantau perkembangan harga dengan lebih baik, terutama menjelang kebutuhan yang meningkat di bulan Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: