Sebuah eksperimen besar di Singapura menunjukkan hasil luar biasa dalam pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Proyek yang dikenal sebagai Project Wolbachia-Singapore berhasil menurunkan risiko infeksi hingga 70 persen.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Melalui pendekatan inovatif, nyamuk jantan yang terinfeksi bakteri Wolbachia dirilis di lingkungan padat penduduk, dengan tujuan mereduksi populasi nyamuk berbahaya. Metode ini dianggap lebih berkelanjutan dibandingkan metode tradisional.
Metode 'Serangga Mandul' untuk Pengendalian Nyamuk
Studi ini berlangsung dari pertengahan 2022 hingga akhir 2024, membagi 15 kawasan perumahan besar di Singapura menjadi dua kelompok. Delapan wilayah mendapatkan pelepasan nyamuk jantan ber-Wolbachia dua kali seminggu, sedangkan tujuh wilayah lainnya dijadikan kelompok kontrol.
Metode ini berjalan dengan cara yang unik. Nyamuk jantan yang dilepaskan tidak menggigit, dan ketika mereka kawin dengan nyamuk betina liar, telur yang dihasilkan tidak dapat menetas, sehingga secara signifikan mengurangi populasi nyamuk.
Efektivitas di Lapangan: Penurunan Signifikan Populasi Nyamuk
Data dari proyek ini menunjukkan hasil yang mengesankan. Populasi nyamuk betina liar di wilayah sasaran tercatat turun hingga sekitar 77 persen.
Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods
Dampak penurunan ini sangat terlihat pada tingkat penularan penyakit; setelah enam bulan penerapan, hanya 6 persen penduduk di area intervensi yang terdiagnosis positif DBD, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol di mana angka mencapai 21 persen.
Laporan penelitian mencatat, 'Secara keseluruhan, paparan nyamuk pembawa Wolbachia memangkas risiko dengue sekitar 71 hingga 72 persen dalam periode tiga hingga 12 bulan.'
Solusi Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
Metode pengendalian tradisional seperti penggunaan obat nyamuk semprot atau fogging sering dianggap kurang berkelanjutan dan berisiko terhadap kesehatan manusia serta lingkungan. Teknologi berbasis Wolbachia menawarkan pendekatan biologis yang lebih ramah lingkungan.
Bakteri Wolbachia secara alami menghambat replikasi virus dengue dalam tubuh nyamuk, sehingga menjadi lebih sulit untuk menularkan penyakit tersebut kepada manusia.
Peneliti percaya bahwa teknologi ini dapat melengkapi metode kontrol tradisional dan vaksin dalam menghadapi ancaman DBD serta penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk Aedes.
Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: