Konsumsi gula yang berlebihan dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes dan penyakit jantung. Menyimpan gula yang tidak tepat dalam tubuh berpotensi memicu peradangan kronis yang berbahaya.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Menurut dr. Yislam Aljaidi, penting untuk memahami bahwa asupan gula harus sesuai dengan kebutuhan energi masing-masing individu. Bagi mereka yang hidup dengan gaya hidup lebih santai, konsumsi gula justru tidak bermanfaat.
Memahami Pengaruh Gula pada Tubuh
Ketika gula dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, ia biasanya akan disimpan sebagai cadangan energi dan diubah menjadi lemak. Proses ini bisa mengakibatkan kelelahan pada pankreas yang bertugas memproduksi insulin.
Seperti yang dijelaskan dr. Yislam, 'Nanti, reseptor tubuh itu seolah-olah kegagalan si insulinnya meregulasi gulanya.' Jika kadar gula darah tinggi terus-menerus berlangsung, risiko peradangan aktif menjadi semakin besar.
Peradangan yang berlangsung lama dapat merugikan pembuluh darah, yang berdampak pada kesehatan jantung serta organ-organ lainnya. Penanganan yang kurang tepat terhadap gula dalam diet bisa menjadi bumerang bagi kesehatan.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Risiko Kesehatan yang Mengintai
Dr. Yislam juga menegaskan pentingnya menyadari bahwa 'Gula sering bikin gagal ginjal karena peradangannya di pembuluh darah ginjal.' Ini adalah salah satu dampak serius dari konsumsi gula berlebihan.
Peningkatan risiko penyakit berbahaya seperti stroke dan serangan jantung juga dapat terjadi, tergantung dari bagian tubuh mana yang paling terkena dampak. Misalnya, peradangan pada pembuluh darah otak dapat mengakibatkan stroke.
Peradangan yang bersifat sistemik menunjukkan bahwa ancaman dapat meluas dan menyerang berbagai organ dalam tubuh sekaligus, yang jelas merupakan masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.
Pentingnya Memilih Makanan Sehat
Sebagai langkah pencegahan, disarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman manis. Menurut dr. Yislam, 'Coba di supermarket, minumannya itu kandungan gulanya ada yang 50 gram, 60 gram.'
Membaca informasi nilai gizi pada kemasan produk sangat penting sebelum membeli. Mengontrol jumlah gula yang terkandung dalam makanan dan minuman kemasan dapat berfungsi untuk mencegah dampak yang merugikan.
Dengan memilih produk yang lebih berkualitas dan membatasi asupan gula, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan yang mungkin timbul.
Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: