Penyakit jantung terus menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, sering kali disertai dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah klaim bahwa minum air dingin dapat mengurangi risiko penyakit jantung, tetapi para ahli mengingatkan untuk tidak terpaku pada informasi yang tidak berbasis ilmiah.
Mitos Minum Air Dingin
Di tengah tingginya angka kematian akibat penyakit jantung, masih banyak cara yang tidak berbasis ilmiah dianggap berfungsi, salah satunya adalah minum air dingin saat mengalami gangguan jantung.
Dr. Yislam Aljaidi, seorang spesialis jantung dan pembuluh darah, menegaskan dengan jelas bahwa tidak ada bukti mengaitkan konsumsi air dingin dengan penyakit jantung.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja
Faktor Risiko yang Dominan
Dr. Yislam menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah yang tidak ada hubungannya dengan jenis air yang diminum.
Ia mengungkapkan, 'Yang berpengaruh adalah gimana kita turunin tekanan darahnya, gimana caranya kita turunin gulanya, gimana kita turunin kolesterolnya,' yang menunjukkan bahwa pengelolaan faktor risiko jauh lebih penting dibandingkan percaya pada mitos.
Perubahan Gaya Hidup Setelah Penanganan
Setelah tindakan medis, seperti kateterisasi jantung, Dr. Yislam menekankan pentingnya mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat bagi pasien.
Meskipun telah menjalani prosedur medis, pola hidup yang tidak sehat seperti begadang atau merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya sumbatan kembali. 'Sebab, mau dipasang ring bagus sekali pun, kalau habis itu nggak dijaga (pola hidup), malah risiko untuk tersumbat lagi lebih tinggi,' ungkapnya.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Menjaga Kesehatan dan Kualitas Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: