Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 20:58 WIB

Kematian Pertama Akibat Virus Nipah di Bangladesh Tahun 2026

Author

Kematian Pertama Akibat Virus Nipah di Bangladesh Tahun 2026

Pada 3 Februari 2026, otoritas kesehatan Bangladesh melaporkan kematian seorang perempuan berusia 45 tahun akibat virus Nipah. Korban berasal dari Distrik Naogaon, Divisi Rajshahi, dan merupakan kasus kematian pertama di tahun ini.

Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League

Kejadian ini menarik perhatian karena kasus terakhir virus Nipah terjadi pada September 2025. Upaya pelacakan kontak dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus tersebut.

Kronologi Kejadian Virus Nipah

Kasus ini mulai muncul antara 5 hingga 20 Januari 2026, saat korban diketahui mengonsumsi getah kurma mentah. Gejala pertama muncul pada 21 Januari, berupa demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Gejala semakin memburuk dengan munculnya anoreksia, kelemahan, muntah, hipersaliva, disorientasi, dan kejang. Pada 27 Januari, kondisi korban sangat parah, sehingga ia tidak sadarkan diri dan dilarikan ke klinik lokal.

Korban dirujuk ke RS Rajshahi pada 28 Januari, di mana spesimen tenggorokan dan darah diambil. Sayangnya, pada hari yang sama, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil laboratorium yang diterima pada 29 Januari menunjukkan positif terinfeksi virus Nipah melalui metode PCR dan ELISA.

Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini

Langkah-Langkah Oleh Otoritas Kesehatan

Menanggapi kematian ini, otoritas kesehatan setempat melakukan pelacakan kontak terhadap orang-orang yang berinteraksi dekat dengan korban. Tercatat sebanyak 35 kontak erat, termasuk 3 orang serumah dan 14 orang dari komunitas yang sama.

Dari jumlah tersebut, enam orang menunjukkan gejala, mencakup tiga orang serumah, dua dari komunitas, dan satu di rumah sakit. Semua orang yang menunjukkan gejala menjalani pemeriksaan laboratorium dan hasilnya negatif untuk virus Nipah.

Sebagai tindakan pencegahan, seluruh kontak erat dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 28 hari serta menjalani pemantauan selama dua bulan ke depan. Hingga saat ini, tidak terdapat kasus tambahan yang dilaporkan.

Status Virus Nipah di Bangladesh

Infeksi virus Nipah bukanlah hal baru di Bangladesh. Kasus serupa telah terjadi sebelumnya, terutama di Divisi Rajshahi, dengan kejadian terakhir dilaporkan pada September 2025.

Penyebaran virus ini seringkali terkait dengan konsumsi produk yang terkontaminasi dari hewan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap konsumsi makanan dan minuman yang tidak terjamin keamanannya.

Otoritas kesehatan Bangladesh berupaya meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya virus Nipah dan langkah-langkah pencegahannya. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sangat penting agar infeksi serupa tidak terulang di masa depan.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU