Jumat, 30 JANUARI 2026 • 15:40 WIB

Tersingkapnya Kisah Mbah Kirno: 20 Tahun Terasing karena Mitos

Author

Tersingkapnya Kisah Mbah Kirno: 20 Tahun Terasing karena Mitos

Mbah Kirno, pria berusia 60 tahun dari Desa Temon, Ponorogo, terpaksa hidup terkurung selama dua dekade karena dianggap memiliki ilmu kanuragan rawarontek oleh keluarganya.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17

Kisahnya terungkap setelah video evakuasi oleh Ipda Purnomo, seorang polisi sekaligus konten kreator, menunjukkan kondisi Mbah Kirno yang tidak mendapatkan perawatan medis.

Penyekapan Mbah Kirno

Selama 20 tahun, Mbah Kirno dikurung oleh keluarganya dengan alasan dianggap berbahaya karena memiliki ilmu rawarontek. Semua kebutuhan dasarnya dipenuhi oleh adiknya melalui celah jeruji besi, menjadikannya terisolasi dari masyarakat.

Keluarga percaya bahwa jika Mbah Kirno dilepaskan, dia akan sulit ditaklukkan dan menjadi ancaman bagi orang di sekitarnya. Namun, disampaikan oleh Ipda Purnomo bahwa Mbah Kirno mengalami gangguan jiwa dan tidak pernah mendapatkan perawatan yang memadai.

Proses evakuasi Mbah Kirno terlihat dalam video ketika aparat membuka jeruji besi dengan alat gerinda. Mbah Kirno tampak terbaring lemah, menutupi wajah dan tubuhnya dengan kain sarung, menandakan kondisi fisiknya yang memprihatinkan.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah

Pengaruh Mitos Rawarontek

Rawarontek merupakan ilmu kanuragan legendaris di Nusantara, di mana pemiliknya dipercaya kebal dan memiliki keajaiban tersendiri. Mitos ini menekan masyarakat, membuat mereka takut kepada individu yang dianggap memiliki kemampuan tersebut.

Salah satu kepercayaan tentang rawarontek adalah bahwa pemiliknya tidak dapat mati selama tubuhnya bersentuhan dengan tanah. Untuk mengatasi hal ini, dianggap perlu memisahkan jasadnya agar tidak dapat memperbaharui diri.

Meskipun terdengar seperti kisah fiksi, mitos ini masih berakar kuat di masyarakat Indonesia, terutama dengan adanya makam gantung di Jawa Timur yang mencerminkan kepercayaan dan cara pandang mereka terhadap fenomena ini.

Stigma dan Tantangan bagi ODGJ

Kisah Mbah Kirno menceritakan stigma yang dialami oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia. Di banyak daerah, tindakan ekstrem seperti pengurungan masih sering terjadi akibat ketidakpahaman masyarakat terhadap kesehatan mental.

Ipda Purnomo dalam video evakuasinya menekankan pentingnya perawatan dan pengertian bagi ODGJ, menilai bahwa yang dibutuhkan Mbah Kirno tidak hanya perawatan medis, tetapi juga dukungan sosial yang lebih baik.

Kejadian ini menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental dan mendesak perlunya perlakuan yang lebih manusiawi terhadap ODGJ agar tragedi serupa tidak terulang.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU