Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Rekor Hujan Salju di Jepang: 7.000 Penumpang Terjebak di Bandara

Author

Rekor Hujan Salju di Jepang: 7.000 Penumpang Terjebak di Bandara

Hujan salju ekstrem yang terjadi di Hokkaido, Jepang, menyebabkan gangguan besar terhadap transportasi pada 25 dan 26 Januari 2026.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17

Sekitar 7.000 orang terpaksa terjebak di Bandara New Chitose akibat banyaknya pembatalan penerbangan dan layanan kereta.

Dampak Hujan Salju terhadap Transportasi

Hokkaido dilanda hujan salju dengan total setebal 64 cm dalam dua hari, menjadikannya sebagai salah satu yang terberat sejak 1999.

Pembatalan penerbangan oleh Japan Airlines dan All Nippon Airways, serta penutupan tol menuju Sapporo, berdampak langsung terhadap ribuan penumpang yang terpaksa menginap di bandara.

Tak hanya penerbangan, layanan kereta api Hokkaido juga dihentikan, dengan lebih dari 500 layanan kereta dibatalkan pada hari Minggu itu.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik

Kondisi di Bandara New Chitose

Di Bandara New Chitose, situasi digambarkan sangat krisis, dengan penumpang mencurahkan kewalahan di media sosial karena terjebak.

Penumpang yang baru tiba untuk berlibur ski terpaksa menunda perjalanan mereka, tanpa opsi transportasi alternatif yang dapat digunakan.

Layanan bus ke Sapporo juga tidak beroperasi akibat badai, menambah kesulitan bagi para pelancong.

Upaya Penanganan oleh Otoritas Setempat

Otoritas setempat segera merespons dengan menyediakan lebih dari 1.000 selimut untuk penumpang yang terjebak di bandara.

Mereka melakukan pembersihan salju dan berbagai upaya lain sebagai tanggapan terhadap situasi darurat ini.

Media sosial berperan penting dalam membantu masyarakat melaporkan kondisi dan meminta bantuan dari otoritas.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU