Senin, 26 JANUARI 2026 • 14:54 WIB

Deretan Kayu Hasil Banjir Bandang Memadati Pantai Larangan Tegal

Author

Deretan Kayu Hasil Banjir Bandang Memadati Pantai Larangan Tegal

Pantai Larangan di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dipenuhi batang kayu setelah banjir bandang yang melanda Guci pada 23 Januari 2026. Kayu-kayu tersebut diduga berasal dari hutan di sekitar Gunung Slamet dan kini terdampar di pantai.

Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Warga setempat mengamati berbagai jenis kayu terdampar, sebagian besar berukuran besar, dan ada kekhawatiran tentang dampak penebangan liar di kawasan hutan akibat kejadian ini.

Asal Usul Kayu di Pantai Larangan

Setelah banjir bandang yang melanda kawasan Guci, kayu-kayu besar terdampar di Pantai Larangan. Arus Sungai Gung yang meluap saat banjir diduga menjadi penyebab kayu-kayu ini sampai ke pantai.

Ali Sadikin, seorang warga setempat, menjelaskan bahwa kayu-kayu yang terdampar memiliki ukuran dan jenis yang beragam. Ia menyatakan, "Pantai ini dekat muara Kali Gung, sungai ini tersambung sampai ke Guci. Sehari setelah kejadian banjir, kayu-kayu ini keluar dari muara Kali Gung."

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Kondisi Kayu dan Kehidupan Ikan

Kayu-kayu yang terdampar terdiri atas berbagai jenis seperti sengon, pinus, albasia, dan mahoni. Ini menimbulkan kecemasan karena banyak kayu yang diduga merupakan sisa-sisa penebangan liar di hutan lereng Gunung Slamet.

Pascabanjir, kejadian ini juga menyebabkan banyak ikan air tawar terdampar di pantai. Warim, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa banyak dari ikan ini, termasuk jenis nila dan patin, ditemukan mengambang dan diambil oleh warga untuk dibawa pulang.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Banjir bandang yang terjadi membawa tidak hanya kayu tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan lingkungan di sekitar kawasan. Banyak warga khawatir akan akibat dari penebangan liar yang berkontribusi terhadap kerugian tersebut.

Masyarakat menunjukkan antusiasme tentang kayu dan ikan yang terdampar, namun mereka juga menyadari bahwa kejadian ini berpotensi membahayakan ekosistem yang ada. Aktivitas pengambilan kayu dan ikan paska banjir menjadi sorotan karena dianggap dapat merusak keseimbangan lokal.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU