Gunung berapi bawah laut Kavachi di Kepulauan Solomon kini menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang terdeteksi lewat citra satelit NASA.
Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Perubahan warna air di atas gunung berapi ini menunjukkan bahwa kemungkinan letusan telah dimulai sejak Oktober tahun lalu.
Penemuan dan Observasi oleh NASA
Citra satelit dari Operational Land Imager-2 (OLI-2) yang berada pada satelit Landsat-9 menunjukkan adanya perubahan warna air di atas gunung berapi Kavachi.
Perubahan ini menarik perhatian para peneliti dan dianggap sebagai indikator awal dari aktivitas vulkanik yang mungkin sedang berlangsung.
Menurut Earth Observatory NASA, deteksi perubahan warna ini terjadi pada bulan April dan Mei, menunjukkan potensi letusan setelah periode tenang yang cukup lama.
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Ekologi dan Kehidupan Laut di Sekitar Kavachi
Sebuah penelitian oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan bahwa semburan air dan material dari gunung berapi menarik komunitas mikroba ke area tersebut.
Pada ekspedisi tahun 2015, ilmuwan mengamati bahwa kawasan aktif ini juga dihuni oleh hiu martil dan hiu sutra, meskipun kondisi vulkanik yang ekstrim.
Dalam sebuah artikel di jurnal Oceanography, dinyatakan, 'Kehadiran hiu di kawah tersebut menimbulkan pertanyaan baru tentang ekologi gunung berapi bawah laut aktif.'
Prediksi dan Implikasi Aktivitas Vulkanik
Kavachi terletak di zona aktif tektonik, dengan beberapa catatan letusan sejak tahun 1939.
Penduduk pulau-pulau terdekat melaporkan sering melihat uap dan abu di permukaan air, yang merupakan indikasi jelas adanya aktivitas vulkanik di bawah permukaan.
Aktivitas ini tidak hanya berpengaruh pada kehidupan laut, tetapi juga berpotensi memengaruhi komunitas sekitar, yang membuat pemantauan berkelanjutan sangat penting untuk mengurangi risiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: