Kamis, 22 JANUARI 2026 • 11:35 WIB

Fakta di Balik Penampilan Kacamata Hitam Emmanuel Macron di Davos

Author

Fakta di Balik Penampilan Kacamata Hitam Emmanuel Macron di Davos

Penampilan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan saat Forum Ekonomi Dunia di Davos menjadi bahan perbincangan banyak pihak, terutama setelah komentar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Ternyata, kacamata tersebut dikenakan Macron untuk mengatasi kondisi mata merah yang disebabkannya oleh perdarahan subkonjungtiva, suatu kondisi medis yang umum dan tidak berbahaya.

Pengertian Perdarahan Subkonjungtiva

Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi medis di mana pembuluh darah kecil di bawah lapisan bening yang menutupi bagian putih mata pecah.

Walaupun tampak mencolok dengan warna merah, umumnya kondisi ini tidak berbahaya dan tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word

Ciri-Ciri dan Penyebab Kondisi Ini

Ciri utama dari perdarahan subkonjungtiva adalah bercak merah terang yang muncul pada bagian putih mata, diikuti dengan penyebaran warna merah yang merata tanpa disertai rasa nyeri.

Penyebab umum kondisi ini termasuk tekanan mendadak pada pembuluh darah akibat batuk, bersin, atau beban berat. Namun, dalam beberapa kasus, bisa saja terjadi tanpa pemicu yang jelas.

Kapan Perlu Intervensi Medis

Umumnya, perdarahan subkonjungtiva tidak memerlukan perawatan medis. Namun, jika diiringi rasa nyeri, gangguan penglihatan, atau terjadi setelah cedera, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter mungkin perlu melakukan evaluasi lebih lanjut jika kondisi ini sering kambuh tanpa sebab jelas, mengingat faktor risiko tertentu seperti tekanan darah tinggi dan gangguan pembekuan darah.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU