Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 20:31 WIB

Fenomena FOMO: Dampak dan Upaya Mengatasinya di Era Digital

Author

Fenomena FOMO: Dampak dan Upaya Mengatasinya di Era Digital

FOMO, atau Fear of Missing Out, kini menjadi sebuah isu penting di tengah masyarakat yang terhubung secara digital. Ketidaknyamanan ini muncul ketika individu merasa tertekan untuk selalu mengikuti perkembangan maupun pengalaman orang lain.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Dengan hadirnya berbagai platform media sosial, tekanan untuk selalu berpartisipasi dalam momen-momen bersosial semakin meningkat. Hal ini sering kali mengakibatkan ketidakpuasan dengan pengalaman pribadi yang dialami seseorang.

Apa itu FOMO?

FOMO merupakan rasa cemas yang muncul ketika seseorang merasa takut melewatkan pengalaman atau informasi penting. Fenomena ini semakin jelas terlihat di era digital, di mana interaksi sosial dapat dilihat secara langsung di platform media sosial.

Istilah ini diperkenalkan oleh Dr. Dan Herman pada tahun 2004. Seiring dengan perkembangan teknologi, FOMO telah berkembang menjadi kondisi yang lebih kompleks, terkait dengan kecemasan sosial yang dialami oleh banyak individu.

Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula

Dampak Psikologis FOMO

Salah satu dampak signifikan dari FOMO adalah peningkatan tingkat kecemasan dan stres. Tekanan untuk selalu terhubung dan mengetahui apa yang terjadi di sekitar dapat membuat individu merasa tertekan, terutama saat menyaksikan kebahagiaan orang lain.

Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa orang yang mengalami FOMO cenderung memiliki tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi. Hal ini sering kali menyebabkan individu merasa terasing meskipun berada di lingkungan yang kaya akan peluang.

Mengatasi FOMO

Beberapa strategi dapat diterapkan untuk mengatasi FOMO agar individu dapat hidup lebih tenang. Salah satu cara efektif adalah dengan membatasi penggunaan media sosial, sehingga mengurangi frekuensi melihat aktivitas orang lain.

Penting juga untuk menghargai pengalaman pribadi dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Dengan demikian, individu dapat lebih menghargai setiap momen dalam hidup, yang akan membantu meredakan kecemasan yang tidak perlu.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU