Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap leptospirosis setelah terjadinya bencana, seperti banjir dan tanah longsor.
Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji
Penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak diobati dengan cepat, karena gejala awalnya sering kali mirip dengan demam biasa.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira, yang ditularkan melalui urin hewan terinfeksi, terutama tikus.
Menurut Kemenkes, sanitasi yang buruk dan peningkatan populasi tikus setelah banjir menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan penyakit ini.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan peralatan pelindung saat beraktivitas di area yang berpotensi tercemar.
Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods
Gejala dan Tindakan yang Perlu Diambil
Gejala awal dari leptospirosis sering kali tidak disadari dan mirip dengan demam biasa, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan mata merah.
Murti Utami dari Kemenkes mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan gejala ini, terutama setelah terpapar air banjir.
“Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tegasnya, dan segera memeriksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut.
Strategi Pencegahan dan Penanganan
Kementerian Kesehatan meminta fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan leptospirosis sebagai diagnosis banding untuk kasus demam akut.
Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis yang dapat meningkatkan angka kesakitan.
Penguatan surveilans penyakit juga menjadi perhatian utama, dengan Dinas Kesehatan di daerah diminta untuk memantau tren kasus secara cepat.
Baca juga: Pesona Sepatu Putih: Item Fashion Wajib di Setiap Lemari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: