Pegal setelah lama duduk menjadi masalah umum yang dialami berbagai kalangan, mulai dari pekerja hingga mahasiswa. Hal ini dapat berpotensi menurunkan produktivitas dan kenyamanan selama beraktivitas.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Beragam faktor dapat menyebabkan tubuh merasa pegal setelah berjam-jam dalam posisi duduk. Dalam artikel ini, kita akan mengupas lebih mendalam mengenai penyebab dan cara mengatasi masalah ini.
Tekanan Pada Otot dan Persendian
Ketika seseorang duduk dalam waktu lama, tekanan berlebih cenderung dialami oleh otot-otot, terutama di bagian punggung dan pinggul. Tekanan ini dapat menimbulkan ketegangan serta rasa sakit yang mengganggu.
Postur duduk yang tidak tepat, seperti posisi membungkuk atau yang tidak nyaman, dapat mengganggu keseimbangan struktur tubuh. Akibatnya, kondisi otot dan sendi menjadi lebih rentan terhadap rasa pegal.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Kurangnya Sirkulasi Darah
Duduk terlalu lama juga berpotensi menghambat aliran darah ke seluruh tubuh. Saat penetrasi darah terhambat, pasokan oksigen bagi otot menurun, yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan.
Kondisi ini berkontribusi terhadap kelelahan otot, sehingga menimbulkan sensasi pegal. Oleh karena itu, melakukan peregangan atau berdiri secara rutin sangat disarankan untuk meningkatkan sirkulasi.
Dampak Psikologis dan Stres
Stress atau ketegangan psikologis bisa turut berperan dalam menciptakan rasa pegal, terutama setelah duduk dalam waktu lama. Ketika seseorang tertekan, otot-otot di sekujur tubuh dapat berkontraksi tanpa disadari.
Kontraksi ini sering kali menimbulkan ketegangan yang berlebihan di area tertentu, seperti leher atau bahu. Oleh karena itu, penting untuk mengatur pola pikir dan melakukan teknik relaksasi untuk meminimalisir efek tersebut.
Baca juga: Pilihan Olahraga Low Impact untuk Pemula
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: