Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 14:10 WIB

Kesembuhan HIV Melalui Transplantasi Sel Punca: Kemajuan dan Tantangan

Author

Kesembuhan HIV Melalui Transplantasi Sel Punca: Kemajuan dan Tantangan

Seorang pria berusia 60 tahun di Berlin, Jerman, dinyatakan sebagai orang ketujuh di dunia yang sembuh dari HIV setelah menjalani transplantasi sel punca.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengumuman ini bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia dan dipublikasikan dalam jurnal Nature, menandakan langkah maju dalam riset HIV.

Detail Kesembuhan Pasien B2

Pasien yang dikenal sebagai B2 didiagnosis HIV pada tahun 2009 dan mulai menjalani pengobatan leukemia myeloid akut (LMA) pada tahun 2015.

Setelah menjalani transplantasi sel punca, ia menghentikan terapi antiretroviral dan enam tahun kemudian tidak terdeteksi adanya virus HIV dalam tubuhnya.

Meskipun prosedur transplantasi sel punca biasanya ditujukan untuk mengatasi kanker, hasil ini menunjukkan bahwa transplantasi tersebut dapat menghapus jejak virus dari tubuh.

Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga

Profil Pendonor dan Mutasi Gen

Kesembuhan B2 terletak pada profil pendonor yang memiliki satu salinan mutasi gen CCR5 Δ32, berbeda dari enam pasien sebelumnya yang memiliki dua salinan.

Walaupun satu salinan dianggap tidak memadai untuk memberikan perlindungan penuh, temuan ini memberikan harapan bahwa lebih banyak pasien mungkin bisa diselamatkan.

Di tingkat global, jumlah orang dengan satu salinan mutasi tersebut jauh lebih banyak dibandingkan yang memiliki dua salinan, membuka potensi untuk penerapan metode serupa pada lebih banyak pasien di masa depan.

Implicasi dan Tantangan di Masa Depan

Transplantasi sel punca bukanlah solusi yang dapat diterapkan untuk sebagian besar pasien HIV, mengingat prosedur ini memiliki risiko tinggi dan biaya yang sangat mahal.

Umumnya, prosedur ini dilakukan pada pasien yang membutuhkan pengobatan kanker, sehingga belum bisa diakses secara luas.

Para ahli mengingatkan bahwa terapi antiretroviral tetap menjadi pilihan paling aman dan efektif bagi orang dengan HIV-AIDS, meskipun penemuan ini menunjukkan langkah maju dalam riset HIV.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU