Senin, 01 DESEMBER 2025 • 16:22 WIB

Dampak Bencana Banjir dan Longsor di Aceh: Tanggapan Gubernur dan Upaya Penanganan

Author

Dampak Bencana Banjir dan Longsor di Aceh: Tanggapan Gubernur dan Upaya Penanganan

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menangis saat menggambarkan dampak banjir dan longsor yang melanda wilayahnya pada 29 November lalu.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik

Kejadian ini menyebabkan beberapa kampung hilang dan penduduk menderita akibat bencana yang disamakan dengan tsunami kedua.

Dampak Banjir dan Longsor yang Menghancurkan

Dalam sebuah video yang beredar, Mualem menyampaikan kondisi pasca bencana dengan betapa parahnya keadaan. Ia menjelaskan bahwa sekitar empat kampung hilang, termasuk Sawang dan Jambo Aye di Aceh Utara.

Dengan suara penuh emosi, ia mengatakan, 'Ada beberapa kampung hilang entah ke mana, yaitu Sawang, Jambo Aye di Aceh Utara, Peusangan di Bireuen, malam itu 4 kampung juga gak tau entah ke mana.' Ini menunjukkan kerusakan yang parah, mengakibatkan infrastruktur dan tempat tinggal hilang bagi banyak penduduk.

Kehilangan ini dikhawatirkan akan menambah beban bagi masyarakat yang sudah terdampak, menjadikan upaya pemulihan yang mendesak perlu dilakukan.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Respons Pemerintah dan Penanganan Bencana

Mualem menekankan pentingnya respon cepat terhadap bencana yang melanda 18 kabupaten dan kota di Aceh. Ia menyatakan bahwa penanganan harus dilakukan secara secepat mungkin dan terukur.

'Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,' tegasnya saat apel Tim Recovery Bencana di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda.

Pemerintah memprioritaskan pembukaan akses darat untuk memastikan logistik dan bantuan bisa segera menjangkau masyarakat, terutama di daerah yang terisolasi.

Bantuan yang Mulai Masuk ke Daerah Terdampak

Per 1 Desember, bantuan logistik dan perlengkapan pengungsian mulai masuk ke daerah yang terdampak, termasuk Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

Situasi ini menunjukkan upaya serius pemerintah daerah dalam memberikan bantuan kepada warganya yang terkena dampak bencana, terutama di lokasi-lokasi sulit dijangkau.

Keberhasilan penanganan bencana bergantung pada kerjasama berbagai instansi pemerintah dan organisasi kemanusiaan yang terlibat.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU