Merasa tertinggal dari teman sebaya merupakan pengalaman umum yang kerap dialami banyak individu, khususnya di kalangan anak muda. Fenomena ini dapat menyebabkan tekanan dalam kehidupan sehari-hari dan berpengaruh signifikan pada kesehatan mental.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17
Dari aspek pendidikan sampai media sosial, perbandingan dengan teman sebaya dapat memunculkan berbagai emosi, mulai dari kecemasan hingga motivasi. Artikel ini akan membahas dampak dari perasaan tersebut serta strategi untuk menghadapinya.
Dampak Psikologis Merasa Tertinggal
Perasaan tertinggal seringkali meningkatkan kecemasan di kalangan individu. Rasa cemas ini bisa muncul ketika seseorang melihat pencapaian orang lain di media sosial, seperti saat teman mendapatkan pekerjaan baik atau menyelesaikan studi lebih cepat.
Berdasarkan penelitian, perasaan tersebut dapat menyebabkan depresi dan menurunnya kepercayaan diri. 'Kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain bisa merusak kesejahteraan mental,' jelas Dr. Siti Rahma, seorang psikolog ternama di Jakarta.
Perasaan tertinggal tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat mengganggu hubungan sosial. Individu yang merasa tertinggal seringkali menjauh dari teman-teman mereka, yang dapat menyebabkan isolasi sosial.
Baca juga: Menciptakan Kamar Tidur Nyaman untuk Tidur Berkualitas dengan Fengshui
Perbandingan di Era Media Sosial
Perubahan cara berinteraksi di era media sosial telah memicu munculnya perbandingan yang tidak sehat. Ketika orang terus-menerus melihat kehidupan glamor teman-teman mereka, perasaan iri seringkali muncul meskipun mereka menyadari bahwa itu tidak sepenuhnya akurat.
Dr. Siti juga menambahkan, 'Media sosial sering kali menampilkan versi terbaik dari kehidupan seseorang.' Unggahan gambar atau status sering kali tidak mencerminkan kenyataan yang lebih kompleks.
Dampak psikologis ini semakin terasa karena algoritma media sosial kerap memperlihatkan konten yang membuat pengguna merasa kurang dibandingkan dengan orang lain.
Mengatasi Perasaan Tertinggal
Menghadapi perasaan tertinggal bukanlah hal yang mudah, namun ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Salah satunya adalah fokus pada pencapaian dan tujuan pribadi tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain.
Mengembangkan hobi dan keterampilan baru bisa menciptakan rasa pencapaian yang berarti. 'Ketika kita berfokus pada pengembangan diri, kita dapat mengurangi tekanan untuk selalu mengikuti orang lain,' ungkap Dr. Siti.
Berbicara dengan orang terdekat juga bisa menjadi langkah yang efektif untuk mengatasi perasaan ini. Membangun dukungan sosial yang positif sangat berpengaruh dalam meningkatkan kembali rasa percaya diri.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: