Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 15:15 WIB

Mengenal Stroke: Bahaya yang Mengintai Segala Usia

Author

Mengenal Stroke: Bahaya yang Mengintai Segala Usia

Stroke dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan, mengancam jiwa dalam hitungan menit.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas dengan Fengshui Meja Kerja

Kondisi ini kini tidak hanya berisiko bagi orang tua, namun juga menyasar populasi yang lebih muda akibat faktor risiko tersembunyi.

Pengenalan Penyakit Stroke

Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat atau ketika terjadi pendarahan di dalam otak. Dr. Sunil Kutty dari New Era Hospital menyatakan, 'Stroke membutuhkan penanganan yang tepat waktu. Pengenalan dini dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian.'

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada tahun 2020 menunjukkan bahwa perawatan yang diberikan dalam waktu 0-90 menit setelah timbulnya gejala dapat meningkatkan prognosis pemulihan pasien dalam tiga bulan. Kelambatan dalam penanganan dapat berakibat fatal, sehingga kesadaran akan gejala stroke harus ditingkatkan.

Gejala stroke bisa berupa kesulitan berbicara, rasa mati rasa pada satu sisi tubuh, serta masalah penglihatan. Mengetahui tanda-tanda ini bisa menjadi penyelamat nyawa, terutama dalam situasi darurat.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan

Faktor Risiko yang Sering Terlewat

Salah satu faktor risiko terbesar yang sering tidak disadari adalah obstructive sleep apnea (OSA). Dr. Amit Kulkarni dari Sakra World Hospital menjelaskan, 'Sekitar 50-70 persen orang yang mengalami stroke juga mengidap apnea tidur. OSA kini diakui sebagai salah satu faktor risiko utama stroke berulang.'

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 2005 menunjukkan bahwa OSA dapat meningkatkan risiko stroke atau kematian hingga hampir dua kali lipat. Bahkan setelah memperhitungkan faktor risiko lain seperti hipertensi dan diabetes, dampak OSA tetap terlihat signifikan.

Di samping OSA, faktor seperti kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stroke. Oleh karena itu, penting untuk memonitor gaya hidup agar tetap sehat.

'Golden Time' dalam Penanganan Stroke

Pada stroke iskemik, pengencer darah harus diberikan tidak lebih dari empat setengah jam setelah gejala muncul. Dr. Kutty menyerukan pentingnya waktu, 'Setiap menitnya sangat berharga. Maka dari itu, kenali tanda-tandanya tanpa menunda.'

Dalam kasus oklusi besar, prosedur trombektomi dapat diperlukan. Setiap detik keterlambatan dapat memperburuk dampak yang akan dialami oleh pasien, baik dari segi fisik maupun mental.

Untuk stroke hemoragik, intervensi cepat juga sangat penting. Keterlambatan dapat meningkatkan risiko kematian dan kecacatan permanen. Pengenalan tanda-tanda risiko seperti apnea tidur obstruktif harus mendapatkan perhatian serius.

Baca juga: Destinasi Menakjubkan untuk Menyaksikan Sunset di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU