Hyundai Motors Indonesia mengonfirmasi bahwa peluncuran beberapa model baru, termasuk Ioniq 9, ditunda akibat persaingan harga yang ketat dari merek-merek mobil China.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Presiden Direktur Hyundai Motor Indonesia, Juhun Lee, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk merespons situasi pasar yang saat ini sangat kompetitif.
Alasan Penundaan Peluncuran
Hyundai Motors Indonesia menyatakan bahwa perang harga yang diakibatkan oleh invasi produk mobil China menjadi faktor utama penundaan peluncuran Ioniq 9, SUV listrik yang sudah dijadwalkan rilis pada tahun 2025.
Juhun Lee menjelaskan, 'Tetapi kami membatalkan beberapa model ke sini, sebagian EV. Seperti Anda tahu, Ioniq 9, kami tidak membawa model itu dalam waktu dekat, karena, seperti saya bilang, kompetisi harga sangat keras, karena invasi merek China.'
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Kondisi Pasar Otomotif
Di tengah ketatnya persaingan, beberapa merek mobil China mulai menawarkan harga yang sangat kompetitif. Contohnya, SUV listrik Jaecoo J5 dijual mulai Rp249,9 juta, menjadikannya lebih terjangkau dibandingkan Toyota Veloz maupun Honda WR-V.
“Harga memenangkan permainan,” ungkap Lee, menegaskan bahwa harga menjadi penentu keberhasilan penjualan di pasar otomotif Indonesia.
Dampak terhadap Hyundai
Hyundai saat ini dalam posisi 'wait and see', menunggu untuk melihat apakah produk-produk dengan harga lebih rendah akan terus diminati oleh konsumen.
Meskipun Hyundai merupakan salah satu pelopor mobil listrik di Indonesia dan telah membangun ekosistem produksi yang kuat, mereka kini merasakan tantangan dari merek-merek baru yang bermunculan.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: