Fenomena eating disorder di kalangan mahasiswa dan pekerja muda di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Kekhawatiran akan kondisi ini semakin mendalam, karena banyak individu yang berjuang dengan masalah ini secara sembunyi-sembunyi.
Apa Itu Eating Disorder?
Eating disorder adalah gangguan perilaku makan serius yang mencangkup berbagai pola makan tidak sehat.
Beberapa bentuk eating disorder yang umum termasuk anoreksia, bulimia, dan binge eating disorder, yang semuanya dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental individu.
Kondisi ini sering kali dipicu oleh faktor-faktor seperti tekanan sosial yang tinggi dan masalah emosional yang mendalam.
Akibatnya, banyak individu yang mengalami eating disorder merasa terasing dan sulit untuk mencari bantuan.
Faktor Penyebab di Kalangan Mahasiswa dan Pekerja Muda
Standar kecantikan yang dipromosikan di media sosial menjadi salah satu penyebab utama munculnya eating disorder di kalangan mahasiswa dan pekerja muda.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial
Paparan gambar-gambar ideal membuat banyak individu merasa tidak cukup baik jika tidak memenuhi kriteria tersebut.
Selain itu, tekanan akademis dan tuntutan pekerjaan juga berkontribusi terhadap perkembangan eating disorder.
Individu sering merasa perlu untuk mengontrol pola makan mereka demi mencapai cita-cita atau harapan yang ditetapkan oleh lingkungan.
Dampak Mengkhawatirkan dan Solusi yang Dapat Dilakukan
Dampak jangka panjang dari eating disorder dapat sangat serius, termasuk risiko gangguan kesehatan yang fatal.
Seorang ahli gizi menyatakan, 'Banyak pemuda tidak menyadari betapa berbahayanya perilaku makan yang ekstrem hingga terlambat.'
Mendukung individu yang berjuang dengan eating disorder memerlukan pendekatan holistik, termasuk dukungan dari teman, keluarga, dan profesional kesehatan.
Program edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan mental dapat membantu menciptakan kesadaran lebih luas di kalangan generasi muda.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: