Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, Cold Ditmore, dari Louisiana, Amerika Serikat, kini dalam masa pemulihan setelah mengalami stroke yang dialaminya di sekolah.
Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran
Kejadian tragis ini dipicu oleh insiden ketika Ditmore memegang spidol dan terdorong ke tenggorokannya setelah terkena bola yang ditendang oleh temannya.
Insiden yang Mengarah ke Stroke
Kejadian bermula saat Ditmore memegang spidol yang diletakkan di mulutnya. Tiba-tiba, sebuah bola yang ditendang oleh teman sekelasnya mengenai kepalanya, membuat spidol tersebut terdorong ke belakang tenggorokannya.
Awalnya, ibunya, Angelina Frazier, mengkhawatirkan kemungkinan gegar otak. Namun, setelah pemeriksaan lanjutan, dokter menemukan gejala baru yang menunjukkan diagnosa stroke.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Diagnosa dan Perawatan
Setelah insiden, Ditmore mengalami gangguan bicara, dengan tanda cadel yang terlihat, serta kelemahan pada separuh otot wajahnya. Ia juga mengalami kesulitan dalam menggerakkan lengan kiri, yang menjadi indikator penting bagi tim medis.
Ia dirawat di Our Lady of the Lake Regional Medical Center, di mana dokter menemukan penanda di tenggorokan yang menyebabkan penekanan arteri karotis, mengakibatkan gumpalan darah yang memicu stroke.
Proses Pemulihan dan Dampaknya
Selama enam bulan perawatan, Ditmore menunjukkan kemajuan yang signifikan, meskipun ia masih menghadapi beberapa gejala sisa pasca-stroke yang memerlukan perhatian khusus.
Saat ini, Ditmore disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik dan mengonsumsi obat pengencer darah agar tidak mengalami komplikasi lebih lanjut. Stroke adalah kondisi medis serius yang memerlukan penanganan cepat untuk meminimalkan dampak jangka panjang.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: