Setiap 14 November, dunia merayakan Hari Diabetes Sedunia untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit yang semakin meluas ini.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Inisiatif ini dipelopori oleh Yayasan Diabetes Internasional dan Organisasi Kesehatan Dunia dengan tujuan mendorong tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat.
Statistik dan Dampak Diabetes
Diabetes menjadi penyebab utama berbagai komplikasi serius seperti kebutaan, gagal ginjal, dan serangan jantung.
Sekitar 422 juta orang dewasa di seluruh dunia hidup dengan diabetes, menunjukkan dampak signifikan penyakit ini di masyarakat.
Prevalensi diabetes meningkat hampir dua kali lipat sejak 1980, dari 4,7% menjadi 8,5% di kalangan populasi dewasa.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Perkembangan Krisis Diabetes di Negara Berkembang
Negara berpenghasilan rendah dan menengah mengalami peningkatan prevalensi diabetes yang jauh lebih cepat dibandingkan negara berpenghasilan tinggi.
Kondisi ini membebani sistem kesehatan yang sudah ada dan berdampak pada produktivitas masyarakat.
Dengan tingginya angka obesitas dan gaya hidup tidak sehat, langkah-langkah preventif menjadi sangat mendesak.
Inisiatif dan Resolusi PBB
Pada 2007, PBB menetapkan 14 November sebagai Hari Diabetes Sedunia melalui resolusi 61/225, menekankan pentingnya upaya multilateral untuk meningkatkan kesehatan manusia.
Resolusi tersebut menekankan akses terhadap pengobatan dan pendidikan kesehatan untuk semua, terutama bagi individu yang berisiko tinggi.
Selain itu, negara anggota didorong untuk mengembangkan kebijakan nasional guna pencegahan, pengobatan, dan perawatan diabetes.
Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: