Dua SPBU swasta, BP dan Vivo, mengumumkan pembatalan pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina akibat kandungan etanol yang ada dalam produk tersebut.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Kandungan etanol pada BBM Pertamina tercatat mencapai 3,5 persen, lebih rendah dibandingkan dengan Pertamax Green yang mengandung 5 persen.
Keputusan Pembatalan Pembelian
Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa Vivo sebelumnya setuju untuk membeli 40 ribu barel base fuel dari Pertamina.
Namun, keputusan tersebut akhirnya dibatalkan akibat keberadaan etanol dalam produk yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Dampak Etanol pada Kinerja Mesin Kendaraan
Penggunaan etanol dalam campuran BBM berpotensi mengurangi efisiensi kendaraan, karena etanol memiliki nilai energi yang lebih rendah dibandingkan bensin murni.
Menurut informasi dari Bell Performance, nilai energi dalam bahan bakar dipengaruhi oleh jumlah ikatan karbon, di mana molekul bensin memiliki ikatan lebih banyak, sehingga menawarkan potensi energi yang lebih tinggi.
Konsekuensi Lain dari Kehadiran Etanol
Selain mempengaruhi jarak tempuh kendaraan, etanol juga memiliki kemampuan menyerap air, yang dapat menyebabkan korosi dan penyumbatan dalam sistem bahan bakar.
Dalam tangki penyimpanan, akumulasi air dapat berkontribusi pada masalah kualitas bahan bakar serta kerusakan mesin.
Baca juga: Patung Superhero Milik Anggota DPR Ini Jadi Korban Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: