Jahe dan kunyit bukan sekadar bumbu dapur, namun juga memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan tubuh yang patut diperhatikan.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dua rempah ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan semakin mendapatkan perhatian dalam dunia medis modern.
Khasiat Jahe untuk Kesehatan
Jahe terkenal sebagai rempah yang dapat membantu meredakan mual dan muntah. Selain itu, jahe juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat meredakan nyeri otot dan sendi.
Beberapa studi menunjukkan bahwa jahe dapat meningkatkan sirkulasi darah, yang berkontribusi pada kesehatan jantung.
Studi lain juga menemukan bahwa jahe dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penggunaan jahe dalam bentuk teh atau suplemen bisa menjadi pilihan untuk merasakan manfaatnya secara maksimal.
Mengonsumsi jahe secara rutin ternyata dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh.
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Manfaat Kunyit dalam Pengobatan
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa dengan khasiat anti-inflamasi yang bermanfaat bagi orang dengan kondisi peradangan seperti arthritis.
Selain itu, kunyit juga berperan dalam meningkatkan fungsi otak. Penelitian menunjukkan bahwa kurkumin mampu meningkatkan kadar BDNF, faktor penting untuk pertumbuhan neuron.
Menambah kunyit dalam masakan sehari-hari atau mengonsumsinya sebagai suplemen dapat membawa dampak positif bagi kesehatan pencernaan dan membantu melawan penyakit liver.
Kombinasi Jahe dan Kunyit
Menggabungkan jahe dan kunyit dalam minuman atau masakan memberikan manfaat ganda, meningkatkan efek anti-inflamasi yang lebih kuat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ini dapat meningkatkan bioavailabilitas kurkumin dalam tubuh, sehingga manfaatnya lebih terasa.
Mengonsumsi kedua rempah ini secara bersamaan juga dapat membantu meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan kedua rempah ini dalam jangka panjang dapat memberikan efek signifikan terhadap kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua pada Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: