Anemia defisiensi besi adalah kondisi medis yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, yang diperlukan untuk memproduksi sel darah merah yang sehat.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala, dari kelelahan hingga kesulitan berkonsentrasi, yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Apa Itu Anemia Defisiensi Besi?
Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan atau mengalami kesulitan dalam menyerapnya.
Zat besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin, sejenis protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.
Tanpa cukup zat besi, produksi sel darah merah terganggu, yang mengakibatkan jumlah sel darah merah jauh lebih sedikit dari seharusnya.
Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, yang diperlukan untuk berfungsi secara optimal.
Gejala Anemia Defisiensi Besi
Gejala yang muncul akibat anemia defisiensi besi biasanya berkembang secara perlahan dan sangat bervariasi dari individu ke individu.
Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini
Gejala umum termasuk kelelahan ekstrem, kulit pucat, serta sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.
Selain itu, individu dengan kondisi ini mungkin mengalami detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
Peningkatan keinginan untuk mengonsumsi benda non-makanan seperti tanah atau es, dikenal sebagai pica, juga merupakan gejala yang terkait.
Siapa yang Rentan Terkena?
Beberapa kelompok lebih berisiko mengalami anemia defisiensi besi, seperti wanita hamil yang memerlukan lebih banyak zat besi untuk mendukung perkembangan janin.
Remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan juga memerlukan tambahan zat besi untuk mendukung perkembangan fisik mereka.
Selain itu, individu dengan gangguan pencernaan yang menghalangi penyerapan zat besi menjadi lebih rentan terhadap anemia ini.
Diet rendah zat besi, terutama di kalangan vegetarian atau vegan yang tidak memperhatikan asupan mereka dengan baik, dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi.
Baca juga: Pentingnya Mengenali Tanda Awal Serangan Jantung yang Sering Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: