Forest therapy atau penyembuhan melalui alam semakin populer di Indonesia sebagai metode untuk meningkatkan kesehatan mental.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Aktivitas ini melibatkan berjalan di hutan untuk merasakan manfaat alam secara langsung.
Konsep Forest Therapy
Forest therapy adalah praktik yang berlandaskan pada penelitian ilmiah mengenai manfaat kesehatan mental dari interaksi dengan alam.
Program ini mendorong individu untuk merasakan kehadiran hutan secara langsung, sehingga dapat memberikan efek menenangkan pada pikiran dan emosi.
Secara internasional, konsep ini dikenal sebagai Shinrin-yoku atau 'mandi di hutan' yang berasal dari Jepang.
Aktivitas ini memberikan kesempatan para peserta untuk melibatkan panca indera mereka, dari aroma pepohonan hingga suara alam, yang berkontribusi pada relaksasi dan pemulihan.
Manfaat untuk Kesehatan Mental
Berbagai studi telah menunjukkan bahwa forest therapy dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Dengan berinteraksi langsung dengan lingkungan alam, individu yang mengikuti praktik ini melaporkan perbaikan dalam kesehatan mental dan emosional.
Hal ini terjadi karena berada di alam terbuka dapat menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol.
Selain itu, aktivitas ini juga umumnya diiringi dengan peningkatan aktivitas fisik, yang tentu saja bermanfaat untuk kondisi tubuh dan pikiran.
Implementasi Forest Therapy di Indonesia
Di Indonesia, banyak organisasi dan komunitas mulai menyelenggarakan program forest therapy di berbagai daerah.
Beberapa tempat wisata alam seperti taman hutan kota dan kawasan ekowisata menjadi lokasi ideal untuk melaksanakan terapi ini.
Pemerintah dan organisasi non-pemerintah juga memberikan dukungan dalam penyebaran informasi mengenai pentingnya kesehatan mental.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, diharapkan forest therapy dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengatasi masalah kesehatan mental di negara ini.
Baca juga: Olahraga Teratur: Investasi Kesehatan Jantung yang Tak Boleh Diabaikan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: