Jumat, 20 JUNI 2025 • 09:45 WIB

Lonjakan Kasus Sifilis di Kalangan Remaja Indonesia

Author

Generated by Journalist AI

styleguide.id – Kasus sifilis di kalangan remaja Indonesia berusia 15-19 tahun semakin mencolok, mencatat total 2.191 kasus pada tahun 2024. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Ina Agustina, dalam jumpa pers yang berlangsung pada Jumat (20/6).

Sifilis, yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, telah menjadikan Jakarta, Jawa Barat, dan Bali sebagai provinsi dengan angka kasus tertinggi. Lonjakan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam hal edukasi kesehatan masyarakat.

Angka Kasus Sifilis yang Meningkat

Penyakit sifilis, yang dapat ditandai dengan bercak merah gatal di area genital dan mulut, semakin mengkhawatirkan. “Dari jumlah, usia produktif lebih banyak. Untuk data 2022, 2023, 2024, ini ada tren kenaikan untuk usia-usia lebih muda,” ungkap Ina Agustina saat memberikan pemaparan.

Ia melanjutkan, dari total 4.589 kasus infeksi menular seksual pada remaja 15-19 tahun di tahun 2024, sebanyak 48 persen di antaranya merupakan kasus sifilis. “2.191 kasus sifilis,” tambahnya.

Meskipun Ina tidak merinci jumlah kasus secara spesifik berdasarkan daerah, ia menekankan bahwa tiga wilayah dengan angka kasus sifilis tertinggi adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, yang mayoritas berada di kota-kota besar.

Faktor Peningkatan Kasus

Peningkatan angka kasus sifilis ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah tes yang dilakukan. “Jumlah tes terhadap penyakit-penyakit tersebut meningkat,” ungkap Ina.

Namun, ia enggan untuk mendalami faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap lonjakan kasus ini. “Biarkan pihak yang lebih berwenang,” ujarnya.

Ina menegaskan bahwa peningkatan kasus sifilis ini harus menjadi perhatian bersama dan pentingnya edukasi yang tepat kepada masyarakat agar memahami bahaya dari infeksi menular seksual.

Data Perkembangan Infeksi Menular Seksual

Data mengenai infeksi menular seksual (IMS) di Indonesia untuk rentang usia 15-19 tahun menunjukkan tren yang mencemaskan. Pada tahun 2022 terdapat 2.569 kasus, jumlah ini meningkat menjadi 3.222 kasus di tahun 2023, dan melonjak lagi menjadi 4.589 kasus di tahun 2024.

Di sisi lain, jumlah tes untuk semua usia juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2022 tercatat 80.574 tes, meningkat menjadi 158.378 di tahun 2023, dan melonjak menjadi 291.672 tes pada tahun 2024.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU