Pentingnya Pesan Damai Selama Hari Raya: Menag Dukung Kerukunan Bangsa
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak tokoh agama untuk menguatkan pesan damai menjelang Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah yang berdekatan tahun ini.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Momentum ini diharapkan menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat yang beragam di Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat krusial dalam menjaga harmoni dan perdamaian. Di saat-saat penting seperti ini, pemimpin spiritual diharapkan dapat menyebarkan pesan persaudaraan.
"Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan, bukan sebaliknya," ujar Nasaruddin.
Konsep kerukunan juga diharapkan dapat diperkuat melalui ajaran agama yang universal. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Setiap perayaan keagamaan, menurut Menag, mengandung nilai penting yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Contohnya, Nyepi yang mengajarkan refleksi dan pengendalian diri yang penting di dunia modern.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya
Idul Fitri menegaskan nilai saling memaafkan dan mempererat persaudaraan, sedangkan Paskah membawa pesan harapan dan kasih.
"Jika nilai-nilai tersebut disampaikan secara luas oleh para tokoh agama, masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa," kata Nasaruddin.
Diharapkan, penggunaan festival ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat keharmonisan sosial di seluruh lapisan masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Ia mengingatkan bahwa perbedaan adalah kenyataan yang harus dikelola dengan sikap saling menghormati.
Perpecahan harus dihindari, dan persatuan harus digalakkan untuk menghadapi berbagai ketidakpastian yang mungkin muncul.
"Perbedaan, itu bukan sesuatu yang harus mengarah kepada perpecahan. Kita perlu untuk menggalang persatuan," kata Presiden.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: