Insentif Kendaraan Listrik Jadi Fokus Pemerintah untuk Transisi Energi
Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan pemberian insentif untuk kendaraan listrik guna mendukung transisi energi dalam sektor transportasi.
Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI
Kementerian Keuangan saat ini mengkaji dampak dari rencana tersebut, mengingat relevansinya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap perhitungan dampak fiskal dari rencana insentif tersebut sebelum mengambil keputusan final.
Ia mengungkapkan, 'Saya hitung lagi. Kalau bagus, kami kasih,' saat ditanya mengenai kelanjutan kebijakan insentif.
Purbaya juga menegaskan perlunya kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan fiskal, mengingat APBN saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi kenaikan subsidi energi.
Menteri Keuangan menjelaskan bahwa peluang pemberian insentif kendaraan listrik masih ada selama tidak memperlebar defisit anggaran secara signifikan.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Ia menambahkan, 'Bisa saja (diberikan), tapi kalau defisitnya melebar, kita harus hitung lagi.' Ini menunjukkan betapa pentingnya penghitungan yang cermat dalam keputusan yang akan diambil.
Strategi ini mencerminkan sikap hati-hati pemerintah dalam menghadapi tekanan dari berbagai sektor, termasuk pengaruh harga bahan bakar minyak (BBM) dan kinerja ekspor.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebelumnya telah mengusulkan skema insentif kendaraan bermotor kepada Kementerian Keuangan, yang kali ini lebih terperinci dibandingkan dengan insentif pada masa pandemi.
Menurut Agus, rancangan insentif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari segmen kendaraan, teknologi yang digunakan, hingga tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
'Ada spill sedikit lah, ada perbedaan. Di sini kita akan kenakan, di sini yang kita usulkan itu lebih detail,' ujarnya saat memberikan penjelasan mengenai usulan tersebut.
Dalam konteks ini, pemerintah juga berfokus pada mendorong adopsi kendaraan listrik bagi pembeli pertama sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan penetrasi electric vehicle (EV) di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: