BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 23:36 WIB

Risiko Migrain yang Dihadapi Selama Bulan Puasa

Risiko Migrain yang Dihadapi Selama Bulan PuasaRisiko Migrain yang Dihadapi Selama Bulan Puasa

Puasa menjadi momen yang signifikan bagi banyak orang di Indonesia, namun terdapat risiko yang sering diabaikan. Salah satu risiko tersebut adalah meningkatnya kemungkinan serangan migrain selama menjalankan ibadah puasa.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Perubahan dalam pola makan dan risiko dehidrasi berperan penting dalam memicu migrain, yang menjadi tantangan bagi mereka yang menjalani puasa.

Pengertian Migrain dan Penyebabnya

Migrain dikenal sebagai jenis sakit kepala yang ditandai dengan nyeri berdenyut serta ditambah gejala seperti mual dan sensitivitas terhadap cahaya. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa satu dari tujuh orang dewasa mengalami migrain secara teratur.

Berbagai faktor dapat memicu migrain, termasuk stres, perubahan hormonal, dan pola makan yang tidak teratur. Selama bulan puasa, pola makan yang drastis dan perubahan jam makan dapat memperburuk gangguan ini.

Salah satu penyebab yang sering terlupakan adalah dehidrasi. Ketika tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup, peluang untuk mengalami sakit kepala dan migrain meningkat.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR

Dampak Perubahan Pola Makan Selama Puasa

Selama bulan puasa, umat Muslim diwajibkan untuk menahan makan dan minum dari fajar hingga senja. Perubahan jadwal makan yang drastis ini dapat mengganggu pola nutrisi tubuh.

Makanan yang kaya karbohidrat saat sahur dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang signifikan, yang berpotensi memicu migrain. Ini terutama berlaku jika kadar gula darah tidak terjaga dengan baik.

Sebaliknya, mengonsumsi makanan tidak sehat dan berlemak saat berbuka puasa dapat menyebabkan beban tambahan pada sistem pencernaan, sehingga meningkatkan kemungkinan timbulnya sakit kepala. Memilih makanan seimbang dan bergizi selama sahur dan berbuka menjadi sangat penting.

Cara Mengurangi Risiko Migrain Selama Puasa

Menjaga hidrasi dengan baik sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko migrain. Minum air yang cukup saat sahur dan berbuka adalah langkah yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Penting juga untuk memilih makanan yang kaya serat dan protein saat sahur. Hal ini dapat membantu mempertahankan energi dan kestabilan kadar gula darah, yang berpotensi mencegah serangan migrain.

Bagi mereka yang memiliki riwayat migrain, berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai puasa adalah langkah yang bijaksana. Dokter dapat memberikan saran khusus berdasarkan kondisi kesehatan individu.

Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Migrain yang Dihadapi Selama Bulan Puasa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!