BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 20:47 WIB

Dampak FOMO Terhadap Kesehatan Mental di Era Media Sosial

Dampak FOMO Terhadap Kesehatan Mental di Era Media SosialDampak FOMO Terhadap Kesehatan Mental di Era Media Sosial

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kini kian umum dengan berkembangnya penggunaan media sosial di kalangan masyarakat. Banyak individu yang merasakan tekanan ketika menyaksikan kehidupan orang lain yang tampak lebih berwarna di platform digital.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik

Dampak dari FOMO terhadap kesehatan mental menjadi perhatian yang serius, karena dapat memicu kecemasan dan ketidakpuasan yang berkepanjangan. Artikel ini mengeksplorasi pengaruh FOMO terhadap kesehatan mental generasi muda di Indonesia.

Memahami FOMO dalam Konteks Media Sosial

FOMO adalah rasa cemas yang muncul saat seseorang merasa ketinggalan dari pengalaman sosial yang menarik, terutama yang ditampilkan di media sosial. Istilah ini mulai populer di awal 2000-an dan semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan platform digital.

Ciri-ciri FOMO meliputi keinginan untuk terus memeriksa media sosial, merasa terasing, dan kegelisahan ketika tidak terlibat dalam aktivitas sosial. Kondisi ini memengaruhi penilaian individu terhadap diri sendiri dan relasinya dengan orang lain.

Para profesional kesehatan mental menyatakan bahwa interaksi sosial di dunia maya sering kali memperburuk kecemasan dan depresi. 'Media sosial dapat menjadi sumber utama stres bagi banyak pengguna,' kata Dr. Andi Setiawan, psikolog dari Jakarta.

Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial

Konsekuensi Kesehatan Mental akibat FOMO

Salah satu dampak signifikan dari FOMO adalah peningkatan kecemasan. Mereka yang mengalami FOMO sering merasa tidak cukup berharga dibandingkan dengan orang lain yang aktif di media sosial.

FOMO juga berpotensi menyebabkan masalah tidur, karena individu merasa harus terus memeriksa ponsel mereka. Ini berdampak pada kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mereka yang lebih sering menghabiskan waktu di media sosial berisiko tinggi mengalami depresi. 'Kombinasi dari ekspektasi sosial yang tinggi dan tekanan dari lingkungan digital dapat sangat merusak,' tutur Dr. Siti Rahayu, seorang psikiater.

Menerapkan Strategi untuk Mengurangi FOMO

Untuk mengatasi FOMO, penting untuk menyeimbangkan waktu di media sosial dengan kegiatan di dunia nyata. Mengunjungi teman atau berolahraga dapat membantu mengurangi kecemasan yang ditimbulkan oleh media sosial.

Banyak ahli merekomendasikan digital detox, yaitu mengurangi penggunaan media sosial untuk beberapa waktu. Ini memberikan kesempatan bagi individu untuk menikmati aktivitas tanpa tekanan.

Sebagai saran tambahan, penting untuk menggunakan media sosial secara bijak, seperti memilih konten yang dilihat dan menyadari bahwa tidak semua yang terlihat menarik di media sosial mencerminkan kenyataan.

Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak FOMO Terhadap Kesehatan Mental di Era Media Sosial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!