BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 10:11 WIB

Pembangunan Pusat Riset Rumput Laut Internasional di Lombok

Pembangunan Pusat Riset Rumput Laut Internasional di LombokPembangunan Pusat Riset Rumput Laut Internasional di Lombok

Indonesia telah memulai pembangunan International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) di Teluk Ekas, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari komitmennya untuk menjadi pusat riset rumput laut global.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanannya

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menekankan pentingnya penguatan riset rumput laut dalam mendukung transformasi ekonomi pesisir.

Signifikansi Riset Rumput Laut bagi Indonesia

Wakil Menteri Stella Christie menegaskan bahwa Indonesia berupaya menjadikan dirinya sebagai pusat rumput laut dunia. "Fokus besar kami beberapa bulan terakhir adalah menjadikan Indonesia pusat rumput laut dunia, dan itu harus dimulai sekarang," ujarnya.

Sebagai produsen rumput laut tropis terbesar di dunia, yang menguasai sekitar 75 persen pasar global, kebutuhan akan riset di sektor ini semakin mendesak.

Stella mencatat, meskipun nilai ekonomi rumput laut global mencapai 12 miliar Dolar Amerika Serikat per tahun, posisinya di pasar internasional belum sebanding dengan penguatan riset dan hilirisasi. "Indonesia tidak boleh hanya menjadi produsen bahan mentah, melainkan menjadi pusat inovasi dan nilai tambah," tambahnya.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Fasilitas dan Kerja Sama Internasional di ITSRC

International Tropical Seaweed Research Center dirancang menjadi simpul kolaborasi antara lembaga riset nasional dan internasional. Pusat ini akan bekerja sama dengan University of California, Berkeley, dan Beijing Genomics Institute dari China.

Stella menjelaskan, "Beijing Genomics Institute berkomitmen mendukung pendanaan Rp3 miliar untuk dua tahun pertama, termasuk peralatan dan peneliti."

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga mengalokasikan Rp1,5 miliar untuk tahap awal pembangunan pusat riset ini. Berbagai fasilitas seperti gedung penelitian, asrama peneliti internasional, dan sarana pendukung lainnya direncanakan akan dibangun di lokasi tersebut.

Keunggulan Ekologis dan Peluang Riset Rumput Laut

Teluk Ekas memiliki sistem teluk tropis yang terlindungi, memberikan kondisi optimal untuk riset produktivitas dan ketahanan iklim. Arus dan sirkulasi airnya yang baik menjadikannya sebagai laboratorium hidup bagi riset.

Kawasan ini juga menawarkan potensi pengembangan berbagai jenis rumput laut, termasuk Caulerpa, Ulva, dan Halymenia, selain Kappaphycus yang umum digunakan sebagai bahan baku karagenan.

Dengan adanya pusat riset ini, diharapkan hasil tangkapan serta kualitas budidaya rumput laut di Indonesia bisa meningkat, terutama dengan pengenalan bibit unggul melalui kegiatan riset. Pengembangan ini diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Baca juga: Olahraga Teratur: Investasi Kesehatan Jantung yang Tak Boleh Diabaikan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pembangunan Pusat Riset Rumput Laut Internasional di Lombok

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!