Menguraikan Perbedaan Antara Serangan Jantung dan Kematian Tiba-tiba
Banyak orang sering menganggap serangan jantung dan kematian jantung mendadak adalah hal yang sama, padahal ini adalah dua kondisi yang berbeda.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR
Menurut Dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA, pengertian yang salah ini dapat memiliki implikasi serius bagi kesehatan jiwa.
Serangan jantung terjadi akibat sumbatan aliran darah pada pembuluh koroner, sedangkan kematian jantung mendadak lebih terkait dengan gangguan pada sistem kelistrikan jantung.
Dokter Ardian menjelaskan bahwa sekitar 26,3 persen kematian jantung disebabkan oleh aritmia, yang berarti kondisi fisik yang baik tidak menjamin bebas dari masalah jantung serius.
Penting untuk memahami tanda-tanda awal dari kedua kondisi ini agar dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat dan efektif.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat: Tetap Bugar Di Rumah
Fenomena kolapsnya atlet saat bertanding menunjukkan aplikasi nyata dari perbedaan antara kedua kondisi ini.
Aritmia sering menjadi penyebab henti jantung mendadak pada atlet, bahkan mereka yang sehat dan rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dokter Ardian mengingatkan bahwa 'peluang bertahan hidup pasien dengan gangguan irama jantung fatal kurang dari satu persen jika tidak segera ditangani.'
Pemahaman mengenai gejala gangguan irama jantung sangat krusial untuk deteksi dini.
Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah lebih awal.
Masyarakat perlu sadar dan tidak mengabaikan gejala awal yang muncul untuk menghindari konsekuensi tragis seperti kematian mendadak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: