BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:42 WIB

Metode Seduh dan Dampaknya pada Kolesterol dari Kopi

Metode Seduh dan Dampaknya pada Kolesterol dari KopiMetode Seduh dan Dampaknya pada Kolesterol dari Kopi

Kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga oleh cara penyeduhannya. Riset terbaru menunjukkan bahwa metode seduh memiliki dampak signifikan terhadap kadar kolesterol LDL di dalam darah.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik

Di Indonesia, di mana kopi menjadi bagian dari budaya sehari-hari, penting untuk memahami bagaimana cara penyeduhan ini dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi para penggemar kopi.

Manfaat Kopi bagi Kesehatan

Konsumsi kopi tanpa gula dalam jumlah moderat, sekitar tiga hingga lima cangkir per hari, dapat memberikan beragam manfaat kesehatan. Manfaat tersebut termasuk penurunan risiko kematian dini, diabetes, stroke, serta perlindungan terhadap penyakit jantung.

Kopi juga dikenal dapat menurunkan risiko kanker hati dan rahim. Sebagai minuman yang sehat, kopi mengandung lebih dari seribu senyawa bioaktif, dengan kafein sebagai komponen yang paling dikenal karena efek stimulan dan rasa pahitnya.

Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif

Mekanisme Peningkatan Kolesterol LDL

Paradoks terkait kopi muncul karena adanya senyawa lipid yang dikenal sebagai diterpen, khususnya cafestol dan kahweol. Senyawa-senyawa ini menghambat pembentukan asam empedu dari kolesterol di hati dan mengurangi jumlah reseptor LDL, sehingga meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Studi menunjukkan bahwa konsumsi 10 mg cafestol per hari dapat menaikkan kolesterol total sekitar 5 mg/dL. Namun, efek ini dapat bersifat reversibel jika konsumsi dihentikan.

Pengaruh Metode Seduh terhadap Kandungan Diterpen

Kandungan diterpen dalam kopi bervariasi tergantung metode seduh yang dipilih. Metode seduh kopi tubruk, kopi rebus, dan French Press cenderung menghasilkan kadar diterpen yang tinggi, sedangkan espresso memiliki kadar moderat sekitar 1 mg cafestol per cangkir.

Sebaliknya, kopi instan dan metode filter kertas seperti V60 mampu menahan lebih dari 95% cafestol dan kahweol. Filter kertas berfungsi efektif dalam menjebak tetesan minyak, sedangkan filter logam atau nilon tidak seefektif filter kertas.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Tanpa Kata: Cara Sederhana untuk Membahagiakan Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Metode Seduh dan Dampaknya pada Kolesterol dari Kopi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!