Penelitian Baru Tawarkan Harapan untuk Mengembalikan Warna Rambut yang Beruban
Rambut beruban sering kali dianggap sebagai tanda penuaan, namun studi terbaru memberikan kemungkinan baru untuk memulihkan warna rambut secara alami.
Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif
Penelitian dalam jurnal Nature mengidentifikasi bahwa gangguan pada sel punca melanosit menjadi penyebab utama rambut mengubah warnanya menjadi putih atau abu-abu.
Dalam penelitian ini, tim peneliti menemukan bahwa sel punca melanosit, yang berperan dalam memproduksi pigmen warna rambut, mengalami kelelahan dan terjebak di folikel rambut.
Sel-sel ini seharusnya berada dalam kondisi fleksibel untuk berfungsi optimal, namun seiring bertambahnya usia, mereka tidak bergerak dengan baik di area yang dikenal sebagai bulge.
Akibat terjebaknya sel-sel ini, produksi pigmen mengalami penurunan, sehingga rambut tumbuh dengan warna putih atau abu-abu.
Walaupun penelitian ini melibatkan tikus, peneliti menduga mekanisme serupa juga berlaku pada manusia.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan
Peneliti utama, Qi Sun, menyatakan, "Mekanisme baru ini meningkatkan kemungkinan bahwa posisi sel punca melanosit yang 'macet' juga terjadi pada manusia."
Pernyataan ini membuka jalan untuk pendekatan pengobatan uban yang lebih alami daripada metode pewarnaan rambut yang umum saat ini.
Dengan teknik yang tepat, diharapkan fungsi sel punca melanosit bisa pulih dan memproduksi kembali pigmen warna rambut.
Tim peneliti sedang mengembangkan terapi yang bertujuan untuk mengembalikan mobilitas sel McSCs agar kembali berfungsi dengan baik.
Jika sel-sel yang terjebak dapat dipindahkan ke kompartemen yang diperlukan, serta mencegah munculnya rambut uban dapat menjadi kemungkinan nyata.
"Jika sel-sel yang macet itu bisa dibantu untuk bergerak lagi di antara kompartemen folikel rambut, ini berpotensi membalikkan atau mencegah uban pada manusia," jelas Sun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: