Kementerian Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kasus Virus Nipah di Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa hingga kini, belum ada laporan terkait kasus virus Nipah di wilayah Tanah Air. Pernyataan ini muncul di tengah meluasnya infeksi Nipah di sejumlah negara, khususnya India.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengungkapkan bahwa berbagai langkah pencegahan telah diambil untuk mencegah penularan virus tersebut. Ini termasuk pemantauan yang ketat terhadap situasi di negara-negara yang mengalami wabah.
Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan terhadap pergerakan orang dan barang dari negara-negara yang terpapar virus Nipah. Widyawati menyatakan, 'Meningkatkan pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang secara langsung maupun tidak langsung dari negara yang melaporkan adanya kasus penyakit virus Nipah.'
Pemerintah juga telah menerbitkan notifikasi terbaru mengenai virus Nipah yang dapat diakses publik. Langkah ini diambil untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta pelaku perjalanan dari luar negeri.
Setiap pelaku perjalanan diwajibkan melapor melalui aplikasi All Indonesia sehingga Kementerian Kesehatan dapat jaring individu yang menunjukkan gejala dan berasal dari negara terjangkit.
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Kementerian Kesehatan fokus pada pemantauan dan deteksi dini terhadap gejala-gejala virus Nipah. Prosedur tersebut termasuk pelaporan melalui sistem Event based surveillance dan Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan.
Berdasarkan penjelasannya, Widyawati menegaskan, 'Pemerintah juga akan melakukan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap seseorang yang mengalami gejala.' Ini ditujukan bagi individu yang memiliki riwayat perjalanan dari negara yang terdampak dalam 14 hari terakhir.
Pengawasan juga akan diperkuat di wilayah lokal dengan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit guna menyokong respons cepat terhadap potensi kasus.
Mengacu pada informasi pemantauan global dan data dari WHO, hingga 23 Januari 2026, terdapat dua kasus konfirmasi dan tiga suspek infeksi virus Nipah di West Bengal, India. Namun, hingga saat ini belum ada laporan kematian terkait infeksi tersebut.
Widyawati juga menekankan pentingnya kewaspadaan dikarenakan situasi global yang menunjukkan perkembangan cepat terkait penyebaran penyakit baru. Penanganan yang cepat dan tepat menjadi esensial dalam mencegah penularan.
Pemerintah secara aktif menyebarkan informasi tentang virus Nipah melalui media KIE untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai potensi risiko yang ada.
Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: