Dampak Berita Negatif Terhadap Kesehatan Mental di Era Digital
Di tengah dominasi informasi cepat saat ini, berita negatif tentang bencana dan konflik telah terbukti berpengaruh besar terhadap kesehatan mental individu.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., mengungkapkan bahwa eksposur berulang terhadap berita semacam ini bisa memicu kelelahan mental, bahkan bagi orang-orang yang tidak terlibat langsung.
Vicarious trauma, atau trauma sekunder, merujuk pada kondisi psikologis yang dialami seseorang setelah terpapar pengalaman traumatis orang lain.
Virginia Hanny menekankan bahwa melihat berita bencana dalam bentuk gambar, video, atau narasi emosional dapat memicu respons stres yang serupa dengan orang yang mengalami bencana langsung.
Tanpa disadari, individu dapat merasa sedih, cemas, dan mentalnya jenuh meskipun secara fisik mereka tidak berada di lokasi kejadian.
Baca juga: Kecerdasan Buatan Membuka Era Baru dalam Perawatan Keguguran
Empati merupakan aspek penting dalam memahami dan merasakan kesedihan orang lain, namun Virginia Hanny menyoroti perlunya batasan yang sehat untuk mencegah kelelahan emosional.
Ia menyarankan agar individu mengenali kapasitas diri dalam mengonsumsi berita, khususnya di masa ketidakpastian yang panjang.
Memahami bahwa empati tidak berarti harus menyerap semua emosi korban adalah kunci menjaga kesehatan mental.
Virginia menyediakan sejumlah langkah praktis untuk mengurangi risiko kelelahan mental akibat berita buruk, dimulai dengan teknik grounding melalui pernapasan dalam dan fokus pada sensasi tubuh.
Melakukan aktivitas sosial yang positif, seperti berdonasi atau menjadi relawan, dapat membantu, setelah individu memastikan siap secara mental.
Reaksi emosional, seperti rasa sedih atau cemas, adalah hal yang normal, tetapi individu harus tetap waspada terhadap tanda-tanda kelelahan mental yang mungkin minta perhatian.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: