Apa Itu Blue Matcha dan Apakah Aman untuk Penderita Diabetes?
Tren 'blue matcha' saat ini tengah mencuri perhatian, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan dengan minuman yang estetik. Namun, pertanyaannya adalah apakah blue matcha lebih aman untuk penderita diabetes dibandingkan dengan matcha hijau yang lebih dikenal?
Baca juga: Polisi Selidiki Penjarahan di Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video
Meskipun keduanya menawarkan manfaat kesehatan, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara kedua jenis matcha ini sehingga kita tidak terjebak dalam kesan 'sehat' yang mungkin menyesatkan. Dari kandungan hingga dampaknya terhadap gula darah, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan dalam konsumsi.
Blue matcha dan matcha hijau sama-sama berbentuk bubuk dan bisa disajikan dalam berbagai cara, baik panas maupun dingin. Namun, bahan dasar keduanya sangat berbeda; matcha hijau berasal dari daun teh hijau yang digiling halus, sementara blue matcha terbuat dari bunga telang kering.
Kandungan nutrisi antara keduanya juga berbeda. Matcha hijau kaya akan kafein serta katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), yang bermanfaat untuk metabolisme dan sensitivitas insulin. Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa katekin dapat membantu dalam pengontrolan kadar glukosa darah meskipun dengan pengaruh yang moderat.
Di sisi lain, blue matcha tidak mengandung kafein dan tidak memiliki material aktif yang sama dengan matcha hijau. Meskipun bunga telang mengandung antioksidan, efeknya terhadap regulasi gula darah belum terbukti sekuat matcha hijau.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Kedua jenis matcha ini secara umum rendah kalori dan tidak mengandung gula alami dalam jumlah yang signifikan. Namun, saat disajikan dalam konsumsi sehari-hari, keduanya sering kali ditambahkan dengan gula, sirup, atau bahan lain, yang dapat berdampak negatif pada kadar gula darah.
Beberapa kajian menunjukkan bahwa gula tambahan dalam bentuk cair, seperti yang biasa ditemukan dalam minuman siap saji, lebih cepat diserap dan dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Karena itu, baik matcha hijau maupun blue matcha yang disajikan sebagai latte bisa saja mengandung gula yang lebih tinggi dibanding minuman manis yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes.
Walau blue matcha sering dipersepsikan lebih aman berkat kandungan kafein yang nol, realitas bahwa ia sering disajikan dengan pemanis tetap harus dicermati. Peningkatan asupan gula yang tidak disadari dapat memicu lonjakan glukosa.
Label 'minuman sehat' sering kali membentuk persepsi positif di kalangan konsumen, yang dapat mengakibatkan perilaku konsumsi yang kurang hati-hati. Dengan tampilan warna hijau dari matcha dan biru dari blue matcha, banyak konsumen yang menganggap kedua minuman ini ramah untuk penderita diabetes tanpa memperhatikan kandungan gulanya.
Penelitian mengenai 'health halo effect' menunjukkan bahwa persepsi yang terlalu positif dapat menyebabkan individu mengonsumsi lebih banyak, terlepas dari kandungan gula yang sebenarnya. Dalam konteks diabetes, kesalahpahaman ini dapat memicu asupan gula berlebihan dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, bagi individu yang berisiko diabetes, yang harus diperhatikan adalah kadar gula dari minuman tersebut dan bukan hanya warna atau label yang terlihat. Baik blue matcha maupun matcha hijau bisa dianggap relatif aman jika tidak disajikan dengan pemanis tambahan.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: