Perempuan Hadapi Beban Migrain yang Lebih Berat Dibandingkan Laki-laki
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perempuan dewasa memiliki risiko tiga kali lebih tinggi untuk mengalami migrain dibandingkan laki-laki, dengan durasi sakit yang lebih lama.
Baca juga: Mencari Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Temuan ini berangkat dari analisis data lebih dari 41 ribu pasien di 18 negara, termasuk Indonesia.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Neurology pada tahun 2025 menganalisis data lebih dari 41 ribu pasien migrain dari 18 negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini berfokus pada frekuensi serangan dan durasi penderitaan yang dialami oleh kedua gender.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan menghabiskan waktu hampir dua kali lipat dalam kondisi migrain dibandingkan laki-laki. Temuan ini menggarisbawahi dampak signifikan yang dihadapi perempuan, yang harus menanggung beban lebih berat dari sakit kepala tersebut.
Baca juga: Pentingnya Merawat Kesehatan Mental di Kalangan Generasi Muda
Migrain ternyata lebih kompleks daripada sekadar sakit kepala. Gejala yang sering hadir antara lain mual, muntah, kelelahan, serta kepekaan yang berlebih terhadap cahaya dan bau.
Beberapa faktor penyebab serangan migrain meliputi aspek genetik, pola makan, serta gaya hidup, seperti kurang tidur. Namun, peran hormon diyakini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan perempuan lebih rentan terhadap migrain.
Kurangnya penelitian yang mendalami masalah migrain dari perspektif perempuan menjadi perhatian di bidang kesehatan. Stigma yang menganggap migrain sebagai masalah psikologis seringkali menutupi pengalaman penderitaan yang dialami oleh wanita.
Migrain merupakan salah satu penyebab utama ketidakhadiran di tempat kerja, yang berakibat langsung pada produktivitas. Beban kesehatan ini menjadi jauh lebih terasa pada perempuan di usia produktif, saat mereka tengah membangun karier dan keluarga.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: