BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 18:25 WIB

Gunung Semeru Aktif: 35 Gempa Erupsi Terjadi dalam Enam Jam Terakhir

Gunung Semeru Aktif: 35 Gempa Erupsi Terjadi dalam Enam Jam TerakhirGunung Semeru Aktif: 35 Gempa Erupsi Terjadi dalam Enam Jam Terakhir

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan 35 gempa erupsi yang tercatat dalam enam jam terakhir.

Baca juga: Memahami Keuangan Melalui Finfluencer: Panduan untuk Meningkatkan Literasi Finansial

Badan Geologi mengonfirmasi status gunung tersebut ada pada Level III (Siaga), di mana awan panas diluncurkan sejauh 5.000 meter.

Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Pada Rabu, 14 Januari 2026, Gunung Semeru mengalami awan panas guguran secara berkala dengan jarak luncur yang konsisten. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa awan panas tersebut bergerak menuju tenggara, menuju Besuk Kobokan.

"Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan," ungkapnya.

Dalam satu minggu terakhir, antara 7 hingga 14 Januari 2026, aktivitas serupa tercatat kembali, sering disertai dengan aliran material vulkanik. Lana menggarisbawahi bahwa potensi awan panas guguran perlu diperhatikan dengan serius.

"Awan panas guguran juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur serupa, disertai aktivitas guguran material," tambahnya.

Pemantauan Seismik dan Penjelasan Geologis

Rekaman seismik yang dilakukan mengidentifikasi bahwa aktivitas vulkanik didominasi oleh gempa letusan, guguran, embusan, serta tremor harmonik. Lana Saria menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya suplai dari bawah permukaan gunung.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial

"Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," jelasnya.

Analisis menunjukkan fluktuasi kecepatan seismik yang menandakan bahwa sistem vulkanik saat ini sedang dalam fase relaksasi. Namun, ia menekankan pentingnya status waspada karena adanya potensi peningkatan tekanan.

"Sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan," ujar Lana.

Rekomendasi untuk Keselamatan Masyarakat

Badan Geologi memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat terkait keselamatan. Dengan status gunung yang tetap di Level III, perhatian perlu diberikan kepada pendaki dan pengunjung.

"Masyarakat dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko," tegas Badan Geologi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gunung Semeru Aktif: 35 Gempa Erupsi Terjadi dalam Enam Jam Terakhir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!