BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 09 JANUARI 2026 • 16:59 WIB

Menguak Hubungan Kontroversial antara Anak dan Ibu: Sebuah Kajian Psikologis

Menguak Hubungan Kontroversial antara Anak dan Ibu: Sebuah Kajian PsikologisMenguak Hubungan Kontroversial antara Anak dan Ibu: Sebuah Kajian Psikologis

Fenomena kebencian anak terhadap ibu kandung kerap terjadi dalam interaksi keluarga, terutama di masa remaja.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik

Walaupun seharusnya dilandasi kasih sayang, muncul perasaan dikhianati yang dapat menumbuhkan emosi negatif mendalam.

Agresi Emosional dan Harapan yang Tidak Terpenuhi

Peran ibu dalam kehidupan seseorang sangat penting, namun sering kali harapan yang tidak realistis terhadap sosok ibu muncul. Sabrina Romanoff, PsyD, seorang psikolog klinis, menyatakan bahwa 'seseorang umumnya menyimpan rasa benci terhadap ibunya saat pernah diperlakukan tidak adil, diabaikan, atau disakiti.'

Ketika harapan emosional ini tidak dipenuhi, anak dapat merasakan kemarahan yang mendalam. Situasi ini membentuk dinamika yang rumit antara cinta dan benci, yang merupakan bagian dari emosi manusia yang kompleks.

Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo

Dinamika Ketidakpastian dalam Pola Asuh

Pola asuh yang tidak konsisten dari orang tua dapat menjadi pemicu rasa benci yang mendalam. Anak yang dibesarkan oleh ibu yang sering berubah pikiran 'kemungkinan akan kesulitan untuk mempercayainya sebagai sosok yang bisa diandalkan.'

Penelitian menunjukan bahwa ketidakstabilan dalam pola asuh dapat menyebabkan kecemasan yang berkepanjangan. Ketidakpastian ini sering kali membuat anak merasa tidak dicintai, yang berkontribusi pada perasaan negatif yang berkepanjangan.

Dampak Komunikasi dalam Hubungan Ibu dan Anak

Komunikasi yang buruk memainkan peranan penting dalam hubungan ibu dan anak. Terutama saat ibu sering mengkritik dan memberi tuntutan berlebihan, anak cenderung merasa tertekan dan lebih rentan terhadap emosi negatif.

Menurut studi, 'rasa dendam yang menumpuk sering berasal dari kemarahan yang belum terselesaikan atas pengabaian serta trauma yang terjadi selama masa kanak-kanak.' Jika ibu tidak mampu memberikan dukungan ketika anak membutuhkannya, situasi ini bisa semakin buruk.

Baca juga: Sri Mulyani: Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia Meski Menghadapi Tantangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menguak Hubungan Kontroversial antara Anak dan Ibu: Sebuah Kajian Psikologis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!