Tingkatkan Kewaspadaan, DKI Jakarta Siap Hadapi Potensi SuperFlu
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman SuperFlu meskipun sampai awal Januari 2026, belum ada laporan kasus di Ibu Kota.
Baca juga: Kota-kota Favorit untuk Liburan Sendirian di Indonesia
SuperFlu, yang disebabkan oleh virus influenza A (H3N2) subclade K, dikenal dengan tingkat penularan yang cepat di masyarakat.
Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menjelaskan bahwa SuperFlu adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 subclade K.
“Disebut SuperFlu karena penyebarannya lebih cepat. Aktivitas penularannya secara global mulai meningkat sejak Agustus 2025, namun data WHO tidak menunjukkan peningkatan keparahan penyakit,” ujar Ani.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial
Hasil dari Whole Genome Sequencing (WGS) Kementerian Kesehatan per tanggal 1 Januari 2026, menunjukkan bahwa SuperFlu telah terdeteksi di delapan provinsi di Indonesia.
Meskipun demikian, DKI Jakarta sampai saat ini belum mencatatkan kasus apa pun, memberikan sinyal positif dalam pengendalian penyakit ini.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah potensi penyebaran ISPA di wilayahnya. Ani juga menegaskan pentingnya kesehatan masyarakat.
“Kami memastikan deteksi dini berjalan untuk mencegah potensi penyebaran ISPA di Jakarta,” kata Ani. Dengan langkah antisipasi ini, diharapkan dampak dari potensi penyebaran SuperFlu dapat diminimalisir.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: