Donald Trump Menjawab Isu Kesehatan, Memar di Tangan Disebut Akibat Aspirin
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjelaskan memar di tangannya disebabkan oleh penggunaan aspirin setiap hari. Meskipun ada tanda-tanda yang memicu kekhawatiran, Trump menegaskan bahwa kondisinya sehat.
Baca juga: Rekor Baru di Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool dan Aktivitas Klub Premier League
Pengakuan ini muncul dalam wawancara baru-baru ini dengan The Wall Street Journal, di mana ia membantah tuduhan bahwa dirinya tertidur pada acara publik, serta menjelaskan mengenai hasil pemindaian medis yang dijalaninya.
Dalam wawancara yang diterbitkan pada 2 Januari 2026, Trump menyatakan bahwa pemindaian medis yang ia jalani bukanlah MRI, melainkan pemindaian CT yang lebih cepat. Dia menekankan, 'Apa pun yang mereka analisis, mereka menganalisisnya dengan baik, dan mereka mengatakan bahwa saya memiliki hasil sebaik yang pernah mereka lihat.'
Pernyataan ini menciptakan keprihatinan terkait transparansi kesehatan presiden, khususnya melihat usianya yang kini sudah 79 tahun. Pertanyaan tentang kesehatan Trump semakin mengemuka memasuki masa jabatannya yang kedua.
Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI
Trump mengungkapkan bahwa memar yang terlihat di tangannya disebabkan oleh aspirin yang ia konsumsi setiap hari untuk mengencerkan darah. Ia mengatakan, 'Saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya,' yang mencerminkan perhatian medis yang ia dapatkan.
Selain itu, beberapa memar mungkin muncul akibat insiden-insiden tertentu, seperti saat Jaksa Agung AS, Pam Bondi, secara tidak sengaja memukul tangannya saat mereka saling memberi tos.
Menanggapi tuduhan bahwa dirinya pernah tertidur selama pertemuan di Ruang Oval, Trump membantah dengan tegas. Ia mengklaim pada saat itu hanya sedang mengambil momen relaksasi, mengatakan, 'Saya tidak pernah menjadi orang yang banyak tidur.'
Ia juga menjelaskan bahwa momen tersebut diambil saat ia berkedip, yang kemudian salah ditafsirkan sebagai tampak tertidur. Hal ini menunjukkan bagaimana persepsi publik terhadap presiden seringkali dipengaruhi oleh interpretasi media.
Baca juga: Pentingnya Rutin Mengonsumsi Obat Cacing untuk Kesehatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: