BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 02 JANUARI 2026 • 13:50 WIB

Tempe: Superfood Kaya Manfaat dan Potensinya untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Tempe: Superfood Kaya Manfaat dan Potensinya untuk Kesehatan Masyarakat IndonesiaTempe: Superfood Kaya Manfaat dan Potensinya untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Tempe semakin mendapat pengakuan luas sebagai superfood yang dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan masyarakat Indonesia. Mewakili lebih dari sekadar lauk, tempe kini menjadi bagian penting dalam program kesehatan dan ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tempe memiliki sifat antidiare, antidiabetik, antihipertensi, antikanker, dan berbagai manfaat lainnya. Beberapa penelitian ini juga membuktikan pengembangan pangan fungsional berbasis tempe yang dapat mendukung kebutuhan gizi masyarakat.

Peranan Tempe dalam Kesehatan dan Ketahanan Pangan

Tempe tidak hanya berfungsi sebagai lauk dalam hidangan sehari-hari, nhưng juga berperan strategis dalam program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Puji Lestari, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, menekankan pentingnya tempe dalam program pengembangan pangan fungsional.

Indonesia memiliki tingkat biodiversitas yang tinggi, memberikan peluang untuk menjadikan tempe sebagai alternatif sumber protein. Menurut Satriyo Krido Wahono, Kepala PRTPP BRIN, "Tempe ini menjadi salah satu superfood Indonesia yang akan kami eksplorasi lebih jauh."

Riset terhadap tempe diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas produk pangan ini, yang pada gilirannya menjawab kebutuhan masyarakat akan nutrisi yang berkualitas.

Baca juga: Uya Kuya Hadapi Penjarahan Rumah Setelah Viral Video Joget Anggota DPR RI

Manfaat Kesehatan Tempe

Tempe memiliki beragam manfaat kesehatan yang signifikan. Puji Lestari mencatat bahwa tempe memiliki sifat sebagai antidiare, antidiabetik, antihipertensi, antikanker, antioksidan, dan antibakteri, yang sangat penting untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Penting juga untuk mengevaluasi peran mikroba serta menerapkan teknologi bioproses untuk meningkatkan kandungan isoflavone aglycone dalam tempe. Andri Frediansyah dari PRTPP BRIN menjelaskan bahwa isoflavon kedelai dalam bentuk glikosida dapat dikonversi menjadi bentuk aglikon yang lebih mudah diserap tubuh.

Dengan proses fermentasi melalui kapang Rhizopus atau bakteri, konversi ini dapat dilakukan dengan lebih efisien, meningkatkan bioaktivitas isoflavonoid dalam produk kedelai.

Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Tempe

Inovasi dalam teknologi fermentasi seperti ko-fermentasi, proses germinasi, serta metode fisika seperti ultrasound dan pemrosesan tekanan tinggi mulai diperkenalkan dalam industri tempe. Fred menjelaskan, "Teknik-teknik ini bekerja dengan memecah struktur sel sehingga enzim alami pada kedelai lebih mudah mengonversi isoflavon glikosida menjadi aglikon."

Selain itu, proses penggunaan ultrasound, tekanan tinggi, dan medan listrik terputus bisa memfasilitasi interaksi antara enzim dan isoflavon glikosida. Dengan cara ini, produk kedelai diharapkan memiliki kandungan aglikon yang lebih tinggi, menjadikannya lebih bermanfaat sebagai superfood.

Diharapkan, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas tempe, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Meningkatkan Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tempe: Superfood Kaya Manfaat dan Potensinya untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!