Penyakit Gigi dan Mulut: Masalah Kesehatan yang Menonjol di Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa gangguan kesehatan gigi dan mulut telah menjadi perhatian utama di Indonesia.
Baca juga: Peluncuran Smartphone Terbaru Realme dengan Kapasitas Baterai Jumbo
Data menunjukkan bahwa penyakit ini menduduki posisi lima besar dalam program cek kesehatan gratis yang dilaksanakan.
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes, dr Elvieda Sariwati, mengungkapkan bahwa 63,5 juta jiwa telah menjalani pemeriksaan dalam program cek kesehatan gratis. Hasilnya menunjukkan bahwa satu dari dua peserta mengalami masalah gigi, seperti gigi berlubang atau goyang.
Peningkatan jumlah kasus ini terlihat lebih signifikan pada kelompok yang lebih tua, mencerminkan tantangan kesehatan yang berkembang seiring bertambahnya usia.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Setelah Penjarahan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memperkirakan bahwa biaya pengobatan untuk masalah gigi dapat mencapai Rp 1,2 triliun pada tahun 2030. Angka ini menggambarkan beban yang semakin berat pada sistem kesehatan di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg Usman Sumantri, juga menyatakan bahwa sekitar 82% masyarakat mengalami karies gigi, dan 74,1% menderita penyakit periodontal.
Pemerintah berencana meningkatkan kesehatan gigi dan mulut melalui empat pilar rencana aksi nasional yang mencakup pengelolaan dan promosi kesehatan. Di samping itu, Kemenkes juga menyediakan materi ajar yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah.
Lebih dari 300.000 posyandu, bersama 1,5 juta kader, bertugas mendukung upaya kesehatan masyarakat secara langsung, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Baca juga: Aksi Pria Berjaket Ojol Viral di Atas Kereta KRL di Stasiun Cikini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: