Jet Li Menanggapi Rumor Transplantasi dan Kesehatan Melalui Klarifikasi Publik
Jet Li, aktor laga ternama, kembali menjadi sorotan publik setelah penampilannya yang lebih segar memicu berbagai rumor terkait kesehatan.
Baca juga: Mengoptimalkan Kesehatan Mental Melalui Olahraga
Dari isu transplantasi jantung hingga klaim tentang penggunaan prosedur kosmetik, Li merasa perlu memberikan klarifikasi terhadap tudingan yang beredar di media sosial.
Pada tanggal 6 Desember 2025, Jet Li merilis video berdurasi 2 menit 48 detik untuk menjelaskan isu-isu yang berkembang seputar penampilannya.
Video berjudul 'Daripada terus-menerus mengubah ini dan itu, mengapa tidak mengubah pola pikir Anda?' menampilkan Li dengan jelas menyampaikan bahwa penampilannya yang segar bukan hasil dari prosedur medis.
Ia menunjukkan kerutan di mata dan dahi sebagai tanda bahwa ia tidak melakukan operasi untuk mengubah penampilannya, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan tanpa resiko yang tidak perlu.
Li menjelaskan, 'Mesin mobil bisa diganti jika rusak, dan baterai bisa diganti jika tidak berfungsi. Tapi kalau jantung Anda tidak bermasalah, kenapa harus mengambil risiko menggantinya?'
Jet Li juga menanggapi rumor terkait transfusi darah sebagai metode untuk awet muda, menekankan pentingnya legalitas dan etika prosedur tersebut.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua pada Psikologi Anak
Ia berkomentar, 'Beberapa orang bilang transfusi darah bisa membuat awet muda, tapi apakah prosedur ini legal?' menunjukkan keraguannya terhadap klaim tersebut.
Li menekankan bahwa pendekatan sederhana, seperti facelift atau prosedur kosmetik ringan, lebih cocok ketimbang teknik ekstrem yang sering diadopsi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa banyak orang terjebak dalam obsesi keabadian yang tidak realistis, dan call to action untuk lebih memprioritaskan kesehatan mental dan fisik.
Jet Li menyatakan bahwa kualitas hidup jauh lebih penting daripada sekadar umur panjang, mengajak masyarakat untuk merenungkan arti sebenarnya dari kehidupan berkualitas.
Ia mengatakan, 'Jika saya bisa hidup sampai 150 atau 300 tahun, tetapi kondisi fisik dan mental saya tetap 70 atau 80 tahun, saya lebih memilih untuk tidak melakukannya.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: