BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 12:58 WIB

Potensi Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru 2025-2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Potensi Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru 2025-2026: Apa yang Perlu Diketahui?Potensi Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru 2025-2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengeluarkan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi perjalanan masyarakat selama libur Nataru 2025-2026.

Baca juga: Beware of Hidden Sugars in Your Favorite Foods

Ia mendorong masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca melalui situs resmi BMKG guna memastikan keselamatan dalam perjalanan.

Potensi Cuaca Ekstrem dan Wilayah Terdampak

Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat memengaruhi beberapa wilayah Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Seluruh Kalimantan juga diprediksi akan mengalami musim hujan yang signifikan sepanjang tahun. Ia menekankan bahwa dinamika atmosfer yang aktif berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan.

Fenomena meteorologis seperti gelombang Rossby, Kelvin, dan bibit siklon telah terpantau memengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Faisal menambahkan bahwa pengaruh fenomena La Nina yang lemah serta Indian Ocean Dipole negatif juga berkontribusi terhadap potensi curah hujan yang tinggi, terutama pada minggu kedua Desember hingga minggu pertama Januari.

Dampak Cuaca Ekstrem pada Sektor Transportasi

BMKG memberikan peringatan bahwa cuaca ekstrem bisa berdampak serius pada sektor transportasi, khususnya penerbangan.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters di Netflix

Awan Cumulonimbus dapat mengganggu rute penerbangan tertentu selama periode libur Nataru.

Faisal menyarankan agar seluruh maskapai penerbangan memperhatikan perkembangan cuaca demi menjaga keselamatan penerbangan.

Langkah preventif ini bertujuan untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi akibat cuaca yang tidak menentu.

Lonjakan Mobilitas dan Upaya Antisipatif Pemerintah

Menteri Perhubungan, Dudy, menyatakan bahwa survei menunjukkan sekitar 42,01 persen masyarakat berencana melakukan perjalanan selama Nataru, dengan total diperkirakan mencapai 119,5 juta orang.

Faktor libur panjang dan peningkatan kualitas konektivitas menjadi pendorong utama perjalanan masyarakat pada periode ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Potensi Cuaca Ekstrem Selama Libur Nataru 2025-2026: Apa yang Perlu Diketahui?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!