Penemuan Spesies Ubur-Ubur Baru di Hong Kong: Tripedalia Maipoensis
Peneliti di Hong Kong baru-baru ini menemukan spesies ubur-ubur baru dengan 24 mata, dinamakan Tripedalia maipoensis, di kolam udang dalam Cagar Alam Mai Po.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Dihujat Soal Pilihan Politik
Kehadiran spesies ini memberikan informasi baru yang signifikan bagi keanekaragaman hayati laut di kawasan tersebut.
Tripedalia maipoensis ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Qiu Jianwen dari Hong Kong Baptist University, yang merupakan ahli biologi kelautan.
Penelitian dilakukan antara tahun 2020 dan 2022 dengan mengambil sampel dari kolam udang di antara hutan bakau dan muara terbuka.
Air di kolam tersebut bersifat payau, yakni campuran air tawar dan air laut yang sedikit asin, memungkinkan makhluk ini bersembunyi dengan baik.
Ubur-ubur ini memiliki lonceng transparan berbentuk kubus yang berukuran kecil, sehingga menyulitkan observasi di lingkungan yang keruh.
Tripedalia maipoensis memiliki tiga pedalia di setiap sudut lonceng, masing-masing dengan satu tentakel yang panjangnya dapat mencapai sekitar empat inci.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR
Fitur unik dari ubur-ubur ini termasuk lonceng yang dapat mengontrol semburan air saat berenang, memberikannya kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan ubur-ubur lainnya.
Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa spesies ini mengandung 24 mata yang terstruktur dalam kelompok yang disebut rhopalia, terbagi menjadi beberapa jenis mata untuk berbagai fungsi visual.
Meskipun sederhana, ubur-ubur kotak dikenal memiliki perilaku yang kompleks seperti kemampuan untuk berenang cepat, menghindari rintangan, dan mempertahankan posisi dalam lingkungan yang berubah.
Tripedalia maipoensis adalah spesies ubur-ubur kotak pertama yang resmi dilaporkan dari perairan pesisir Tiongkok, memberikan kontribusi penting terhadap peta jangkauan global kelompok ini.
Penemuan ini juga menyoroti potensi keberadaan spesies baru di habitat yang dianggap sudah dikenal, seperti cagar alam Mai Po, menunjukkan pentingnya penelitian lanjutan di area tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: