Lonjakan Kasus Influenza H3N2 di Cina Menyebabkan Keterpurukan Layanan Kesehatan
Cina saat ini sedang menghadapi lonjakan signifikan kasus influenza H3N2 yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Terbaru untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Baik
Kondisi ini telah membuat rumah sakit di berbagai kota terpukul keras dalam upaya menangani jumlah pasien yang terus meningkat.
Dalam beberapa minggu terakhir, jumlah kasus influenza H3N2 melonjak di berbagai wilayah di Cina, termasuk di Beijing, Tianjin, dan Guangdong.
"Tingkat infeksi semakin melonjak pada akhir November 2025," ungkap Peng Zhibin, peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Partai Komunis China.
Media sosial turut menyoroti antusias penerimaan layanan kesehatan, dengan banyak anak-anak menunggu pemeriksaan di rumah sakit selama berjam-jam.
Hal ini mencerminkan situasi yang kritis dan mendesak dalam penyediaan layanan kesehatan di berbagai kota.
Direktur Institut Pengendalian Penyakit Menular dan Endemik di CDC Beijing, Dr. Zhang Datao, menegaskan bahwa strain H3N2 menjadi penyebab utama lonjakan kasus saat ini.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Reaksi Publik dan Diskursus Sosial
Kondisi ini terutama berdampak pada anak-anak usia 5-14 tahun, yang terpapar virus terutama di sekolah dan pusat penitipan anak.
"Flu akhir-akhir ini sangat mengerikan," ujar seorang pengguna media sosial menggambarkan suasana di Rumah Sakit Anak Beijing.
Kenaikan keterjangkauan obat antivirus influenza juga menciptakan kekhawatiran, dengan peningkatan harga hingga 500 persen.
Komisi Kesehatan Nasional Cina segera mengambil tindakan untuk merespon krisis ini dengan memperluas akses layanan kesehatan.
Langkah-langkah ini mencakup penambahan kuota janji temu rawat jalan dan perpanjangan jam operasional klinik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: