Penyakit Jantung Mengintai Generasi Muda: Apa yang Perlu Diketahui?
Penyakit jantung, yang dulu dianggap sebagai masalah kesehatan bagi kelompok usia lanjut, kini mulai merambah ke generasi muda, khususnya Gen Z.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Para ahli memperingatkan bahwa perubahan gaya hidup yang signifikan membuat banyak anak muda berisiko tinggi mengalami masalah kardiovaskular.
Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak, garam, dan gula menjadi perhatian utama dalam gaya hidup Gen Z. Akibatnya, angka obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2 meningkat di kalangan generasi muda.
Dr. Eduardo Hernandez, seorang ahli jantung di Pusat Perawatan Kardiovaskular The Texas Heart Institute, menegaskan, "Penyakit jantung tidak terjadi dalam semalam, melainkan akibat perubahan kesehatan yang dapat dimulai bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum gejalanya muncul."
Data survei kesehatan menunjukkan bahwa banyak pasien berusia 30-an mengalami penumpukan plak parah di arteri, sesuatu yang sebelumnya lebih umum di kalangan generasi yang lebih tua.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perlakuan Istimewa Selebritas di DPR
Gaya hidup sedentari, di mana individu menghabiskan lebih dari delapan jam sehari duduk, semakin menjadi sorotan. Ketiadaan aktivitas fisik ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.
Spesialis penyakit dalam, dr. Simon Salim, SpPD-KKV, menjelaskan, "Sedentary lifestyle, karena kurang gerak seperti kebanyakan duduk, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian."
Sebuah studi yang diterbitkan di JACC, jurnal utama American College of Cardiology, juga menunjukkan bahwa terlalu banyak duduk dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan jantung.
Mencegah penyakit jantung sejak usia muda sangatlah penting. Langkah awal yang dapat diambil termasuk mengubah pola makan dan meningkatkan tingkat aktivitas fisik.
Dokter merekomendasikan agar individu yang menghabiskan banyak waktu duduk di kantor memberikan jeda untuk bergerak beberapa menit setiap jam. Berjalan kaki saat pergi dan pulang kerja juga disarankan sebagai alternatif.
Selain itu, mengurangi konsumsi makanan olahan dan mengelola stres dengan baik dapat menjadi langkah efektif dalam menjaga kesehatan jantung.
Baca juga: Kontroversi Anggota DPR Dinonaktifkan Tanpa Pengurangan Gaji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: