Kebutuhan Mendesak Tenaga Kesehatan di Lokasi Bencana Aceh dan Sumatera Barat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia baru-baru ini merilis informasi penting terkait kebutuhan tenaga kesehatan di pengungsian akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Barat.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Jumlah tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan di lokasi bencana sangat mengkhawatirkan, dengan prioritas pada dokter spesialis, perawat, dan ahli gizi.
Di Provinsi Aceh, Kementerian Kesehatan mencatat kebutuhan mendesak akan dokter dan tenaga medis lainnya. Diperlukan tiga dokter spesialis bedah, lima dokter spesialis penyakit dalam, dan 15 dokter umum.
Lebih lanjut, dibutuhkan 17 perawat, 12 bidan, dan enam ahli gizi untuk memastikan pelayanan kesehatan optimal di lokasi bencana. Keenam sanitarian yang terdaftar juga diharapkan dapat memberikan intervensi kesehatan lingkungan untuk pencegahan penyakit.
Baca juga: Denza Luncurkan MPV Mewah D9 dengan Harga Lebih Kompetitif
Di Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, kebutuhan tenaga kesehatan juga tidak kalah signifikan. Kementerian Kesehatan melaporkan perlunya 50 dokter umum, perawat, serta bidan untuk membantu pelayanan kesehatan di pengungsian.
Selain itu, peningkatan jumlah tenaga kesehatan dalam bentuk sanitarian juga sangat mendesak, dengan total 50 orang yang diperlukan demi memastikan sanitasi dan kesehatan pengungsi dapat terjaga.
Kota Sibolga di Provinsi Sumatera Utara juga mencatat kebutuhan akan tenaga kesehatan. Mereka membutuhkan lima dokter spesialis bedah dan anastesi, serta kehadiran 14 dokter umum.
Sementara itu, di Sumatera Barat, dua dokter spesialis bedah dan enam dokter penyakit dalam menjadi prioritas. Penghimpunan tenaga medis seperti perawat, bidan, dan ahli gizi sebanyak lima orang juga perlu diperkuat untuk mendukung nutrisi ibu dan anak di lokasi pengungsian.
Baca juga: Ahmad Dhani Terlibat Ketegangan dalam Rapat Soal Royalti Lagu di DPR RI
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: